Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Anjlok Tembus Rp17.000 per Dolar AS
Advertisement . Scroll to see content

Terus Menguat, Kurs Rupiah Sentuh Level Rp14.200 per Dolar AS

Jumat, 30 November 2018 - 10:36:00 WIB
Terus Menguat, Kurs Rupiah Sentuh Level Rp14.200 per Dolar AS
ilustrasi. (Foto: Ant)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Laju penguatan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belum berhenti. Di pasar spot, rupiah kembali menguat pada sesi pembukaan perdagangan Jumat (30/11/2018).

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah hingga pukul 10:20 WIB berada di level Rp14.277 per dolar AS, menguat 105 poin atau 0,73 persen dibandingkan posisi sebelumnya di Rp14.382 per dolar AS.

Rupiah langsung dibuka menguat di Rp14.331 per dolar AS dan terus menekan dolar AS. Sejauh ini, kurs rupiah bergerak dalam rentang Rp14.276-14.355. Kendati demikian, rupiah tercatat masih melemah 5,33 persen terhadap greenback sejak awal tahun.

Data Reuters pada pukul 10:21 WIB juga menunjukkan, rupiah menguat ke Rp14.265 per dolar AS. Mata uang Garuda sejauh ini bergerak dalam rentang Rp14.265-14.380 per dolar AS.

Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia Jumat 30 November 2018, rupiah terapresiasi 69 poin menjadi Rp14.338 per dolar AS dari posisi sebelumnya di Rp14.408 per dolar AS.

Penguatan rupiah membuatnya menjadi juara kedua di Asia setelah rupee India yang menguat 1,09 persen. Hampir seluruh mata uang Asia pagi ini menguat lawan dolar AS.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, rupiah berpotensi lanjut menguat hari ini. Hal ini seiring masih adanya sentimen positif dari dalam negeri.

Kendati demikian, kenaikan tersebut juga akan dibarengi dengan perkiraan kembali meningkatnya dolar AS jelang pertemuan G-20.

"Pertemuan tersebut akan mempertemukan antara Presiden Xi dan Presiden Trump untuk membahas kesepakatan dagang," katanya.

Laju rupiah sebelumnya mampu kembali menguat setelah merespons pergerakan dolar AS yang melandai. Adanya komentar The Fed terkait dengan arah suku bunga yang cenderung netral membuat kenaikan dolar AS tertahan sehingga memberikan kesempatan pada rupiah untuk berbalik menguat.

Di sisi lain, sentimen positif datang dari pernyataan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo yang menyampaikan prospek ekonomi Indonesia akan semakin membaik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan stabilitas yang tetap terjaga.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 diperkirakan tetap meningkat hingga mencapai kisaran 5,0-5,4 persen. Inflasi 2019 tetap terkendali pada kisaran sasaran 3,5 hingga harapan optimisme lainnya turut menambah sentimen positif pada rupiah.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut