Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bank Mandiri Akselerasi Industri Kopi Nasional lewat Jakarta Coffee Week 2025
Advertisement . Scroll to see content

Upaya Bekraf Branding Kata Kopi sebagai Produk asal Indonesia

Jumat, 06 April 2018 - 18:10:00 WIB
Upaya Bekraf Branding Kata Kopi sebagai Produk asal Indonesia
Ilustrasi (Foto: iNews.id/Isna)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tengah berupaya untuk mem-branding kata kopi sebagai produk asal Indonesia. Sebab, sebagai produsen terbesar keempat kopi di dunia, kopi Indonesia kurang dikenal namanya.

Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik mengatakan, tugas untuk mem-branding kopi jauh lebih berat dari mengekspor biji kopi ke negara-negara di dunia. "Kopi sekarang sudah jadi culture global, tidak perlu kita ajarin juga semua orang tetap minum kopi," ujarnya dalam konferensi pers di Upnormal Coffee Roaster, Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Branding kopi digunakan untuk memanfaatkan fenomena global culture coffee tersebut yang harus dijadikan peluang untuk menyebarkan kopi di berbagai belahan dunia. Di sinilah posisi peran Bekraf dalam semangatnya menjadikan produksi kopi Indonesia yang banyak variannya menjamur di internasional.

"Dengan begitu kita bisa bangga dengan dunia internasional kalau kopi punya Indonesia," tuturnya.

Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simanjuntak mengatakan, pihaknya akan mengajak semua stakeholder yang memasarkan kopi untuk terus memakai kata kopi. "Kita sepakat yuk kalau bilang kopi Indonesia Toraja, kopi Indonesia Mandailing, kopi Indonesia Bali dan seterusnya," ujarnya.

Ia melanjutkan, branding ini akan dimulai dengan adanya roadshow ke Amerika Serikat (AS) dan Kanada pada 13 April mendatang dan akan terus disosialisasikan dengan bantuan Asosiasi Kopi Spesialiti Indonesia. Konsumsi kopi yang meningkat dapat menciptakan jenis konsumen baru.

"Mudah-mudahan ini nanti akan makin viral ya, pemahaman juga didapat dan mudah-mudahaan lagi nanti kaya pho itu artinya noddle di Vietnam, siapa juga yang ngajarin kan," ucapnya.

Dukungan tentang pengembangan industri kopi di Indonesia juga disampaikan oleh Presiden Joko Widodo. Pengembangan industri kopi di Indonesia bukan hanya berfokus pada hulu (budidaya) tapi lebih pada hilir (kemasan, barista, e-commerce) yang menciptakan nilai lebih (value added) dan penekanan pada peningkatan branding kafe dan produk kopi olahan Indonesia secara global sehingga meningkatkan penghargaan bahwa Indonesia juga penghasil produk dan jasa kelas dunia.

Terkadang, karena banyaknya ragam dan asal daerah penghasil kopi di Indonesia, tidak ada satu jenis kopi pun yang bisa dianggap mewakili rasa kopi Indonesia secara menyeluruh. Akan lebih baik bila bisa terjadi penggunaan satu kata yang mudah diingat namun dapat menjadi lambang dari kekayaan rasa, ketinggian mutu dan keunikan kopi Indonesia. Kata tersebut adalah KOPI.

Kata kopi hanya digunakan oleh Indonesia dan Malaysia. Penggunaan kata kopi di depan setiap jenis kopi yang berasal dari Indonesia menjadi daya pembeda dengan sekadar kata coffee. Kata kopi tidak menghilangkan identitas daerah penghasil, malah menambah kredibilitas bahwa produk tersebut berasal dari Indonesia dan telah melalui proses pengolahan terbaik. Misalnya kata Kopi Gayo, Kopi Java Preanger, Kopi ljen, Kopi Blawan, Kopi Flores, Kopi Kintamani, dan Kopi Toraja. Tanpa perlu penjelasan, kata kopi tadi sudah merujuk pada Indonesia.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut