Upaya Pemulihan Resesi, Prancis Luncurkan Stimulus Ekonomi Rp1.746 Triliun
PARIS, iNews.id - Pemerintah Prancis meluncurkan paket stimulus ekonomi sebesar 100 miliar euro (Rp1.746 triliun). Langkah tersebut untuk mengatasi kemerosotan ekonomi Prancis sebagai salah satu yang terburuk di kawasan Eropa akibat pandemi Covid-19.
Diketahui, ekonomi Prancis pada kuartal II 2020 mengalami kontraksi terburuk sejak lebih dari 70 tahun lalu. Negara itu memasuki resesi sejak kuartal I tahun ini dengan ekonomi minus 5,9 persen, dengan penyusutan pertama di kuartal IV 2019 minus 0,2 persen. Dalam mendongkrak ekonomi, stimulus dengan jumlah besar kali ini juga akan menyangkut energi hijau dan transportasi.
Pemerintahan Presiden Emmanuel Macron itu mengatakan, stimulus ekonomi tersebut setara dengan 4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Artinya, Prancis secara proporsional menggelontorkan dana paling banyak dibandingkan negara besar Eropa lainnya dalam memulihkan ekonomi yang dilanda pandemi Covid-19.
Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengatakan, paket itu akan dibelanjakan selama dua tahun. Secara perinci, 35 miliar euro akan dialokasikan untuk mendongkrak ekonomi lebih kompetitif, 30 miliar euro untuk mempromosikan kebijakan energi yang lebih hijau. Sedangkan sisanya, akan digunakan untuk mendukung tenaga kerja, pelatihan dan inisiatif sosial yang lebih luas yang akan menciptakan 160.000 lapangan kerja di 2021.
Demo Kecam Penerbitan Kartun Nabi Muhammad, Demonstran: Matilah Prancis!
“Secara ekonomi dan sosial paket ekonomi kali ini jauh lebih baik, meskipun untuk sementara akan memperburuk keuangan publik untuk berinvestasi. Mempersenjatai kembali ekonomi lebih penting daripada tenggelam dalam penghematan, yang ujung-ujungnya akan membiarkan pengangguran dan drama kemanusiaan meledak,” ujar Castex dikutip dari Reuters, Sabtu (5/9/2020).
Prancis menjadi salah satu negara dengan resesi terburuk di Eropa dan terdalam sejak Perang Dunia II. Presiden Macron menargetkan, pada tahun 2022 ekonomi terbesar kedua zona euro itu bisa pulih kembali ke level sebelum adanya Covid-19. Ekonom dari ING Group, Charlotte de Montpellier mengatakan, target itu perlu dilaksanakan dengan cepat agar berhasil, jika Macron memang ingin mencalonkan diri lagi.
Editor: Ranto Rajagukguk