Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tegas! PM Anwar Ibrahim Akan Usir Semua Warga Israel yang Masuk Malaysia
Advertisement . Scroll to see content

Utang Pemerintah Najib Razak Jadi Perdebatan di Malaysia

Sabtu, 26 Mei 2018 - 15:01:00 WIB
Utang Pemerintah Najib Razak Jadi Perdebatan di Malaysia
Mahathir Mohamad (kiri) dan Najib Abdul Razak (kanan). (Foto: Malaysiakini)
Advertisement . Scroll to see content

PETALING JAYA, iNews.id – Isu utang pemerintah menjadi buah bibir di kalangan masyarakat Malaysia setelah Perdana Menteri Mahathir Mohamad menyebut utang pemerintah Najib Abdul Razak menembus 1 triliun ringgit (RM), setara Rp3.500 triliun (1 RM=Rp3.500).

Sontak, pernyataan Mahathir membuat publik kaget karena nominal tersebut membuat rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 80,3 persen. Padahal, data resmi yang dirilis pemerintah menunjukkan utang pemerintah Malaysia RM686,8 miliar atau Rp2.813 triliun dengan rasio terhadap PDB sekitar 50,8 persen.

“Saya mendapat informasi bahwa utang kita sebenarnya RM1 triliun, tapi sekarang kita tengah mengkaji dan mencari cara bagaimana mengurangi utang ini,” kata Mahathir, beberapa hari yang lalu, dikutip dari The Star.

Pria yang genap berusia 93 tahun pada Juli 2018 ini menyebut, beberapa opsi yang menjadi pertimbangan untuk memangkas utang ribuan triliun itu antara lain mengkaji ulang sejumlah proyek raksasa dan memotong gaji para menteri.

Menteri Keuangan Malaysia yang baru, Lim Guan Eng, mengatakan, perhitungan tersebut tidak hanya mencakup utang, tapi juga liabilitas pemerintah terhadap sejumlah proyek. Pemerintahan baru, kata Lim, ingin membangun prinsip tata kelola keuangan yang berdasarkan pada kompetensi, akuntabilitas, dan transparansi demi mendeteksi masalah keuangan dan mencari langkah awal (pre-emptive) untuk menangkalnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut