Zakat Berpotensi Besar Bantu Keuangan Negara Hadapi Covid-19
JAKARTA, iNews.id - Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat mengatakan bahwa keuangan Islam memiliki potensi kuat dalam mempromosikan pembangunan sosial dan ekonomi. Selain itu, keuangan Islam menawarkan instrumen keuangan sosial yang menargetkan kelompok miskin, membutuhkan, dan rentan di tengah pandemi Covid-19.
"Zakat memiliki potensi besar dalam mengurangi biaya fiskal pemerintah dalam menghadapi Covid-19, terutama untuk kebutuhan dasar masyarakat miskin yang membutuhkan, dan terdampak," ujar Sutan dalam video virtual di Jakarta, Rabu (2/12/2020).
Ini mengingat status Indonesia sebagai salah satu negara paling dermawan di dunia. Penghargaan ini terkait dengan amal berbasis agama (World Giving Index 2019).
"Indonesia juga adalah negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, dengan 87 persen populasi muslim," kata Sutan.
Sri Mulyani Beberkan 5 Kebijakan Dongkrak Produksi Migas

Sutan menyebutkan potensi pengumpulan zakat pada 2019 adalah sebesar Rp233,84 triliun (14,9 miliar dolar AS). Sementara itu, pengumpulan aktualnya sekitar Rp10 triliun melalui badan amil formal.
Seharian Menguat, IHSG Tembus Level 5.800
"Perlu dicatat juga pengumpulan zakat, infaq, dan shadaqah di Indonesia terus meningkat dengan pertumbuhan rata-rata 36,2 persen selama tahun 2002 hingga 2019," ujarnya.
Editor: Dani M Dahwilani