Apindo Proyeksi Industri Ritel Tumbuh 2,5 Persen di 2018
JAKARTA, iNews.id - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) optimistis industri ritel tetap tumbuh di 2018 sejalan dengan peningkatan perekonomian nasional. Di samping itu, dengan pertumbuhan ekspor, peningkatan harga komoditas, dan perkembangan pariwisata yang positif akan memberi sentimen positif terhadap kinerja industri secara menyeluruh.
"Ya itu tadi komoditinya naik, ekspornya kita naik lalu dari pariwisata menunjukan tren naik dari seluruh data indikator itu kan menunjukan ada pertumbuhanlah gitu . Jadi melihat harusnya lebih berani optimis di 2018 ini," kata Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani di Hotel Ibis, Jakarta, Rabu (23/1/2018).
Ia mengakui, di tahun lalu industri ritel mengalami penurunan pertumbuhan. Penurunan pertumbuhan itu salah satunya karena meningkatnya bisnis perdagangan elektronik (e-commerce). Alhasil, laporan Nielsen menunjukkan, industri ritel di tahun lalu hanya tumbuh 2,5 persen yang di 2016 bisa mencapai 7,7 persen.
Namun, para pengusaha ritel memprediksikan industri ini akan tumbuh meski tidak terlalu tinggi di 2018 atau diproyeksi sekitar 2,5 persen.
"Dari teman-teman ritel menyatakan bahwa mereka memprediksi pertumbuhan di 2018 ini sekitar 2,5 persen tidak terlalu tinggi. Tapi kembali lagi yang namanya kondisi ini kan bisa sangat dinamis ya," ujarnya.
Ia melanjutkan, tidak akan ada hal besar yang menganggu kinerja di tahun ini walaupun pada di 2017 lalu industri ritel terkena imbas dari pilkada DKI Jakarta. "Kalau kita lihat di 2018 kami meyakini bahwa kondisinya akan lebih kondusif walaupun beberapa ada yang bilang kalau politiknya akan cukup persaingannya cukup keras," kata dia.
Apalagi dengan adanya impor komoditas beras dan garam industri yang membuatnya yakin akan menumbuhkan perekonomian. Sebab, impor tersebut untuk menambah bahan baku yang akan mendorong peningkatan pertumbuhan industri.
Selain ritel, ia memprediksi, industri perhotelan juga akan mengalami kenaikan dengan adanya penggunaan ruang pertemuan untuk persiapan pemilu serta konsumsi masyarakat. Selain itu, sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang memproduksi atribut kampanye pemilu turut tumbuh.
"Kalau di sektor lain ya saya rasa orang jualan kaos jualan bendera. Tapi kalo di industri di sektor riilnya yang akan menikmati sektor hotel dan restoran," kata dia.
Editor: Ranto Rajagukguk