Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kejar Indonesia, Vietnam dan Filipina Naik Kelas Jadi Negara Menengah Atas
Advertisement . Scroll to see content

Bank Dunia: Mata Uang Kripto Mirip Skema Ponzi

Kamis, 08 Februari 2018 - 10:38:00 WIB
Bank Dunia: Mata Uang Kripto Mirip Skema Ponzi
Presiden Bank Dunia,Jim Yong Kim (Foto: World Bank)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.idBank Dunia mempertanyakan legitimasi mata uang kripto (cryptocurrency) yang dinilai mirip skema Ponzi, sebuah modus investasi bodong yang memberikan keuntungan kepada investor dari uang yang dibayar oleh investor berikutnya.

“Dalam hal bitcoin atau beberapa mata uang kripto lainnya, kami juga mengamati, tapi saya diberitahu kalau sebagian besar mata uang kripto itu pada dasarnya seperti skema ponzi. Masih belum jelas bagaimana cara kerjanya,” kata Jim Yong Kim, Presiden Bank Dunia seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (8/2/2018).

Kim mengatakan, Bank Dunia sangat berhati-hati dengan teknologi pencatatan terintegrasi modern (blockchain) yang populer di balik mata uang kripto. Namun, dia melihat ada sebuah harapan teknologi tersebut bisa digunakan oleh berbagai negara maju untuk mengamati pergerakan uang secara lebih efektif sekaligus menangkal korupsi.

Pada tahun lalu, sejumlah mata uang kripto seperti bitcoin meroket tajam lebih dari 1.100 persen meski nilainya jatuh cukup dalam sejak pertengahan bulan Desember. Pada awal bulan ini, nilai bitcoin juga sempat jatuh dari 10.000 dolar AS per 1 bitcoin menuju 6.000 dolar AS hanya dalam waktu empat hari meskipun mulai merangkak naik dalam dua hari terakhir.

Selain gejolaknya yang sangat tinggi, mata uang kripto juga membuat khawatir banyak pihak karena sifatnya yang terdesentralisasi dan tanpa regulasi membuat mata uang kripto rawan digunakan untuk praktik pencucian uang dan tindak kriminal lainnya.

Pernyataan serupa juga dikemukakan belum lama ini oleh Agustin Carstens, General Manager Bank of International Settlements (BIS), institusi keuangan internasional yang disokong oleh bank-bank sentral di seluruh dunia. Menurut Agustis, otoritas setiap negara harus segera mengendalikan mata uang kripto karena relasinya dengan sistem keuangan bisa menyebabkan kekacauan.

“Bank sentral di dunia harus bersiap melakukan intervensi jika dibutuhkan. Bank sentral dan juga otoritas keuangan sebaiknya memberikan perhatian tertentu terhadap hubungan mata uang kripto dengan mata uang riil dan memastikan mereka tidak menjadi parasit dalam infrastruktur kelembagaan bagi sistem keuangan yang lebih luas,” kata Agustin.

Sementara itu, Jerome Powell, Gubernur bank sentral AS, The Fed yang baru dilantik menggantikan Janet Yellen juga menilai, mata uang kripto seharusnya memiliki tata kelola dan manajemen risiko yang baik.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut