Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Luas Gunung Anak Krakatau Bertambah 32,8 Hektare usai Erupsi, Muncul 2 Pulau Baru
Advertisement . Scroll to see content

8 Baterai Alat Pemantau Gunung Anak Krakatau Dicuri, Sensor Aktivitas Sempat Lumpuh

Kamis, 01 Oktober 2026 - 14:14:00 WIB
8 Baterai Alat Pemantau Gunung Anak Krakatau Dicuri, Sensor Aktivitas Sempat Lumpuh
Sebanyak delapan unit baterai akumulator (aki) penyuplai daya di stasiun pemantauan LV93 Gunung Anak Krakatau, perairan Selat Sunda, dilaporkan raib digondol pencuri. Foto: iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id — Sebanyak delapan unit baterai akumulator (aki) penyuplai daya di stasiun pemantauan LV93 Gunung Anak Krakatau, perairan Selat Sunda, dilaporkan raib digondol pencuri. Aksi pencurian tak bertanggung jawab ini menyebabkan transmisi data serta sensor pemantau aktivitas gunung api tersebut sempat lumpuh total.

Aksi pencurian tersebut terungkap saat tim teknis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi melakukan pemeriksaan peralatan di lapangan pasca-erupsi. Petugas awalnya menduga terputusnya jalur komunikasi data akibat kerusakan stasiun akibat lontaran material vulkanik dan abu erupsi.

Namun, saat tim tiba di lokasi stasiun pemantauan, ditemukan dua boks penyimpanan aki dalam kondisi rusak dan dibobol pada bagian engselnya. Sebanyak delapan unit aki yang berfungsi menyalurkan daya untuk alat seismometer dan kamera pengawas (CCTV) hilang.

Petugas menemukan jejak kaki di sekitar lokasi yang mengarah ke wilayah pantai di sisi utara pulau, yang mengindikasikan bahwa baterai-baterai tersebut dibawa pergi dengan cara diseret menuju perahu. Mengingat bobot satu unit aki mencapai 20 hingga 30 kilogram (dengan total beban berkisar antara 160 hingga 240 kilogram), pencurian ini diduga kuat dilakukan oleh lebih dari satu orang pelaku.

Menanggapi kejadian tersebut, tim teknis PVMBG bergerak cepat melakukan perbaikan dengan memasang baterai pengganti. Saat ini, sensor seismometer dan kamera CCTV di stasiun pemantauan LV93 telah berhasil dihidupkan kembali sehingga pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali beroperasi secara normal.

PVMBG mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan dan warga di sekitar Selat Sunda, untuk ikut serta menjaga serta merawat sarana pemantauan kebencanaan tersebut. Keberadaan alat-alat pemantau ini sangat vital sebagai sistem peringatan dini demi menjamin keselamatan masyarakat dari ancaman bahaya erupsi Gunung Anak Krakatau.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut