Anies Baswedan Bagikan Tips Atasi Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
JAKARTA, iNews.id — Sebaran abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau menyasar hingga ke kawasan permukiman di Jabodetabek. Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membagikan sejumlah imbauan keselamatan usai kendaraan serta kediamannya ikut tertutup lapisan abu tipis.
Melalui unggahannya, Anies memperlihatkan kondisi mobil di rumahnya yang dilapisi debu halus vulkanik. Ia membatalkan rencananya berolahraga Car Free Day (CFD) dan memilih mengedukasi masyarakat terkait penanganan paparan abu vulkanik. Anies mengingatkan bahaya partikel abu vulkanik yang mengandung silika—salah satu bahan dasar kaca—sehingga berisiko tinggi menggores kulit, kaca, serta membahayakan organ pernapasan jika terhirup secara terus-menerus.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta penderita gangguan pernapasan, untuk sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah.
Apabila terpaksa harus keluar, penggunaan masker medis yang tepat seperti jenis N95 atau KN95 sangat disarankan. Selain itu, masyarakat juga diminta melindungi mata dengan melepas softlens dan tidak menggosok mata jika terkena abu, melainkan cukup membilasnya dengan air bersih.
Untuk perlindungan di rumah, Anies menyarankan agar pintu, jendela, serta tandon penampungan air ditutup rapat. Saat membersihkan kendaraan atau perabot yang terpapar, siramlah terlebih dahulu dengan air dalam jumlah banyak dan hindari mengelap dalam kondisi kering atau menyalakan wiper mobil karena partikel abu bisa menggores permukaan.
Bagi para pengguna jalan, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan dengan memelankan laju kendaraan mengingat jarak pandang yang berkurang dan jalanan yang licin, sambil tetap memantau kondisi tetangga di sekitar yang membutuhkan bantuan.
Mantan Kepala Badan Geologi, Surono (Mbah Rono), turut menegaskan bahwa bahaya utama abu vulkanik yang melayang di udara adalah gangguan pada jalur penerbangan, khususnya bandara yang berada di sekitar Selat Sunda seperti Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Radin Inten II di Lampung. Mbah Rono juga menenangkan warga terkait kekhawatiran potensi tsunami seperti tragedi tahun 2018. Ia menilai potensi tersebut sangat kecil karena material tubuh gunung yang tersisa belum kembali membesar pascalongsoran terdahulu. Masyarakat pun diminta untuk tidak panik dan tetap mematuhi petunjuk keselamatan.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar