Atasi Karhutla, Presiden Prabowo Instruksikan Pengerahan Seluruh Sumber Daya
JAKARTA, iNews.id – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk mengerahkan seluruh sumber daya secara maksimal dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa arahan tersebut ditekankan langsung oleh Presiden saat memimpin rapat terbatas mengenai penanganan karhutla secara hybrid di Istana Negara pada Senin (12/10/2026).
"Presiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran," ujar Teddy pada Selasa (13/10/2026).
Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), saat ini masih terdapat sekitar 639 hektare lahan yang dalam proses pemadaman di enam provinsi paling terdampak. Dari wilayah tersebut, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan kini menjadi fokus utama penanganan.
Sementara itu, kondisi di empat provinsi terdampak lainnya—yakni Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan—dilaporkan telah menunjukkan perkembangan yang jauh lebih baik.
Untuk mengatasi karhutla, pemerintah telah menerjunkan lebih dari 60 ribu personel gabungan melalui operasi pemadaman darat. Operasi ini mencatatkan tingkat keberhasilan pemadaman hingga di atas 80 persen per hari dari luas lahan yang baru terbakar.
Selain pemadaman darat, pemerintah juga terus memaksimalkan operasi udara melalui metode water bombing serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memancing pertumbuhan awan hujan.
Langkah ini dioptimalkan mengingat BMKG memprediksi awal musim hujan akan mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar