Awal Ramadan, Banjir Terjang Jakarta hingga Rendam Permukiman
JAKARTA, iNews.id – Hari ke-2 Ramadan diwarnai banjir yang merendam sejumlah wilayah di Jakarta, Jumat (20/2/2026). Hujan deras sejak Kamis (19/2/2026) malam menyebabkan genangan di permukiman padat penduduk hingga memutus akses jalan warga.
Di Jakarta Barat, banjir menggenangi kawasan Jalan Pulo Nangka, Cengkareng. Air mulai masuk ke rumah warga sejak pagi hari akibat hujan yang tak kunjung reda dan luapan Kali Mookervart. Ketinggian air dilaporkan mencapai 30–40 sentimeter.
“Dari semalam hujan enggak reda, tadi pagi air sudah masuk,” kata Darsih, warga setempat. Menurutnya, banjir di wilayah RT 14/RW 02 itu sudah menjadi kejadian rutin setiap musim hujan. Selain merendam rumah, genangan juga menutup akses jalan utama sehingga warga terpaksa menerjang air keruh untuk beribadah maupun beraktivitas. Sejumlah sepeda motor bahkan mogok setelah nekat melintas.
Darsih berharap ada solusi konkret dari pemerintah. “Pengennya enggak banjir. Orang di sini banjir terus, langganan,” ujarnya.
Sementara itu, BPBD DKI Jakarta mencatat adanya penambahan wilayah terdampak banjir. Berdasarkan data pukul 12.00 WIB, tercatat 123 RT dan 9 ruas jalan masih tergenang.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 123 RT dan 9 ruas jalan tergenang,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan. Ia menambahkan, pihaknya mengerahkan personel untuk memantau genangan serta berkoordinasi dengan dinas terkait guna melakukan penyedotan air dan memastikan saluran berfungsi normal. Genangan ditargetkan surut dalam waktu cepat.
Di Jakarta Selatan, hujan deras disertai luapan Kali Krukut merendam ratusan rumah di Jalan Wijaya I, Petogogan. Ketinggian air bervariasi antara 60 sentimeter hingga 1 meter.
Warga setempat memilih bertahan di rumah masing-masing dan hanya mengevakuasi kendaraan ke lokasi yang lebih tinggi. “Banjir karena hujan deras dan Kali Krukut meluap,” kata Ahmad, salah satu warga. Hingga kini, kerugian akibat banjir di kawasan tersebut masih dalam pendataan.
Editor: Suriya Mohamad Said