Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Salut! Praz Teguh Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera, Nominal Nyaris Rp1 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Banjir Bandang di Cianjur akibat Tanggul Sungai Jebol, Akses Jalan Lumpuh

Senin, 28 April 2025 - 09:05:00 WIB
Banjir Bandang di Cianjur akibat Tanggul Sungai Jebol, Akses Jalan Lumpuh
Kondisi banjir bandang yang melumpuhkan akses jalan di Cianjur, Jawa Barat akibat tanggul sungai jebol. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

CIANJUR, iNews.id - Banjir bandang merendam puluhan rumah warga hingga melumpuhkan akses jalan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Bencana ini terjadi usai hujan deras mengguyur wilayah perumahan di Desa Hegarman, Desa Maleber, Desa Bojong dan Desa Sukataris di Kecamatan Karang Tengah, Cianjur, Sabtu (26/4/2025) malam.

Awalnya hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari hingga tanggul perumahan yang berbatasan dengan sungai jebol. Akibat air sungai meluap masuk ke permukiman warga dan jalan.

Banjir parah ini merusak rumah serta menyeret sejumlah kendaraan di jalanan. Selain itu, banjir juga memutus akses lalu lintas dan menyebabkan jalan dipenuhi lumpur.

Ketinggian air bervariasi dari 1 meter hingga 3 meter di beberapa titik. Dalam bencana ini, warga melakukan evakuasi mandiri dan menyelamatkan barang berharga hingga bertahan di lantai dua rumah. Banjir juga merendam jalanan hingga sejumlah kendaraan tak berani melintas.

Penyebab banjir yang melanda tiga kecamatan di Cianjur ini akibat hujan deras dan mampetnya saluran air atau drainase. Air sungai juga meluap menyebabkan para warga terpaksa mengungsi ke tempat aman hingga Minggu (27/4/2025).

Hendrik seorang korban banjir mengaku tidak sempat menyelamatkan harta benda saat terjadi banjir bandang.

"Lokasi rumah rumah ini yang paling berbahaya, air datang dari depan langsung menyeret semuanya. Pondok pesantren yang pinggir ini sudah jebol duluan. Kami tidak sempat selamatkan barang berharga langsung mencari tempat aman," ujar Hendrik, Minggu (27/4/2025).

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menyebut dugaan penyebab banjir ini akibat alih fungsi lahan hijau menjadi bangunan sehingga menyebabkan kurangnya resapan air. Selain itu semakin sempitnya saluran drainase.

"Yang pertama jangka pendek kami lakukan embersihan dulu di area selokan dan sungai. Kami akan normalisasi sungai yang dangkal," katanya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut