Banjir Bandang Terjang Solok, Tim SAR dan Brimob Cari Warga yang Hilang
SOLOK, iNews.id - Tim SAR gabungan bersama personel Brimob Polda Sumatera Barat (Sumbar) menyisir sejumlah lokasi terdampak banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok untuk mencari seorang warga yang dilaporkan hilang.
Banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin (21/9/2026) malam sekitar pukul 20.10 WIB. Derasnya arus membawa material lumpur, batu, kayu, dan longsoran hingga menerjang kawasan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok.
Warga bernama Dafa (20) dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus deras saat galodo menerjang kawasan Kayu Aro, Arosuka.
Sebanyak 150 personel Brimob Polda Sumbar dikerahkan bersama Basarnas, BPBD, TNI, relawan, dan unsur gabungan lainnya untuk melakukan pencarian.
Tim gabungan menyisir dua lokasi yang menjadi fokus pencarian, yakni Nagari Kayu Aro dan Koto Gaek. Petugas juga memeriksa area puing bangunan yang terdampak terjangan material lumpur, batu, serta kayu.
Sementara itu, banjir bandang juga menyebabkan sejumlah akses jalan terganggu. Material lumpur dan longsoran menutup akses jalan utama di sekitar kompleks Kantor Bupati Solok hingga ruas jalan Solok-Padang.
Kondisi tersebut memicu kemacetan dan membuat sejumlah warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sejumlah rumah warga juga dilaporkan rusak akibat diterjang material banjir.
Informasi sementara menyebutkan terdapat warga yang mengalami luka akibat terkena material banjir. Namun, jumlah dan kondisi korban masih dalam pendataan petugas.
Selain banjir bandang, sejumlah titik di Kabupaten Solok juga dilanda longsor. Tim gabungan masih melakukan penanganan darurat sekaligus membersihkan material yang menutup akses jalan dan kawasan terdampak.
Hingga Selasa (22/9/2026), operasi pencarian Dafa masih berlangsung. Petugas juga berupaya membuka kembali akses menuju kawasan Kantor Bupati Solok yang sempat tertutup lumpur akibat terjangan galodo.
Editor: Suriya Mohamad Said