Delapan Bandara Terdampak Abu Vulkanik, Pemerintah Mulai Buka Bandara Pagar Alam
JAKARTA, iNews.id — Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi memaparkan kondisi terkini penerbangan nasional pasca-penutupan operasional sementara delapan bandara akibat paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Dari delapan bandara yang terdampak, Bandara Pagar Alam di Sumatera Selatan kini sudah kembali dibuka usai hasil pengujian paper test menyatakan negatif dari sebaran abu vulkanik.
Pemerintah bersama otoritas penerbangan terus memantau dan melakukan evaluasi secara berkala terhadap bandara lainnya yang masih terdampak, termasuk evaluasi kesiapan operasional Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Berdasarkan analisis dan prediksi dari Darwin Volcanic Ash Advisory Center, pergerakan abu vulkanik diperkirakan masih relatif sama dan membatasi ruang gerak penerbangan di beberapa wilayah.
Sebagai langkah antisipasi untuk mengurai penumpukan penumpang, Kementerian Perhubungan mendorong sejumlah maskapai penerbangan domestik maupun internasional untuk mengalihkan rute penerbangannya (divert) ke beberapa bandara alternatif.
Maskapai Garuda Indonesia telah mengalihkan sejumlah penerbangan internasional rute Jeddah dan Amsterdam untuk mendarat di Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat.
Langkah serupa dilakukan oleh maskapai Singapore Airlines yang menyesuaikan penerbangannya menuju bandara alternatif di Surabaya dan Yogyakarta. Maskapai tersebut bahkan mengganti armada operasinya menggunakan pesawat berkapasitas lebih besar seperti Airbus A350 guna memaksimalkan pengangkutan penumpang yang terdampak.
Pemerintah juga siap membuka ruang bagi maskapai internasional lain untuk mengoperasikan pesawat berbadan lebar (wide-body) seperti Airbus A350 hingga Airbus A380 ke bandara penampung, seperti Bandara Internasional Yogyakarta.
Fasilitas transportasi lanjutan berupa armada bus hingga kereta api di bandara alternatif juga telah disiapkan secara penuh oleh PT Angkasa Pura guna mengantar penumpang menuju wilayah tujuan.
Sementara itu, untuk moda transportasi laut melalui Pelabuhan Merak, Menhub mengonfirmasi bahwa operasional penyeberangan masih berjalan normal tanpa hambatan berarti. Meski demikian, jumlah pergerakan penumpang di pelabuhan tersebut tercatat mengalami penurunan dibanding hari biasa.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar