Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Pilu Relawan Karhutla Kalimantan, Patungan Rp10 Ribu hingga Padamkan Api Tanpa APD Lengkap
Advertisement . Scroll to see content

Duka Karhutla Kalsel, Relawan Damkar Amang Udin Meninggal saat Padamkan Api

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01:00 WIB
Duka Karhutla Kalsel, Relawan Damkar Amang Udin Meninggal saat Padamkan Api
Relawan damkar Nurdin alias Amang Udin meninggal saat memadamkan karhutla di Barito Kuala, Kalsel, setelah mengalami sesak napas dan nyeri dada. Foto iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

BARITO KUALA, iNews.id – Duka menyelimuti para relawan pemadam kebakaran di Kalimantan Selatan. Nurdin (51), yang akrab disapa Amang Udin, meninggal dunia setelah bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Rabu (21/10/2026).

Relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Sarimi Kayu Bulan tersebut mengalami sesak napas dan nyeri dada saat berjibaku memadamkan api di tengah kepulan asap tebal.

Sebelum kondisinya memburuk, Amang Udin sempat mengeluhkan nyeri dada ketika berada di bagian depan lokasi kebakaran. Rekan-rekannya segera membawa korban menjauh dari titik api dan memberikan pertolongan berupa bantuan oksigen menggunakan Oxycan.

Namun, kondisi Amang Udin tidak kunjung membaik. Saat itu, tiga unit relawan berada di kawasan belakang Kantor Kecamatan Alalak.

Karena ambulans belum tiba, rekan-rekannya berupaya membawa korban menggunakan mobil BPK. Namun, di dalam kendaraan tersebut, Amang Udin kehilangan kesadaran.

Tak lama kemudian, ambulans tiba dan korban segera dilarikan ke Klinik Utama Setara Handil Bakti untuk mendapatkan penanganan medis. Sayangnya, nyawa Amang Udin tidak tertolong.

Kepergian Amang Udin menjadi duka bagi sesama relawan pemadam kebakaran. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat besarnya risiko yang dihadapi para relawan saat bertugas menangani karhutla, terutama ketika harus bekerja di tengah kepulan asap tebal dan kondisi lingkungan yang berbahaya.

Editor: Suriya Mohamad Said

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut