Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PSSI Pastikan Ole Romeny Gabung Timnas Indonesia, Hanya Satu Pemain yang Absen
Advertisement . Scroll to see content

Era Shin Tae-yong Berakhir, Erick Thohir Tegas: Sepak Bola Indonesia Wajib Move On

Jumat, 24 Oktober 2025 - 17:36:00 WIB
Era Shin Tae-yong Berakhir, Erick Thohir Tegas: Sepak Bola Indonesia Wajib Move On
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, secara tegas menyatakan pihaknya tidak akan lagi membawa kembali Shin Tae-yong ke Indonesia. Foto: iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Teka-teki masa depan Shin Tae-yong (STY) di Timnas Indonesia terjawab sudah. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, secara tegas menyatakan pihaknya tidak akan lagi membawa kembali pelatih asal Korea Selatan itu. Kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dinilai menjadi momentum bagi sepak bola Tanah Air untuk mencari arah baru.

“Kita kan mesti move on. Kalau kita move on dari Patrick Kluivert, ya kita juga move on dari Shin Tae-yong,” ujar Erick dengan nada lugas, dalam rekaman suara yang dikutip Kamis (23/10/2025) malam.

Pernyataan ini praktis menutup pintu bagi STY, yang sebelumnya sukses besar mengantar Garuda ke Piala Asia 2023 dan Piala Asia U-23 2024.

Erick Thohir mengakui bahwa keputusan perpisahan ini adalah hal yang berat. Secara pribadi, ia tidak suka karena membangun struktur kepelatihan nasional yang solid membutuhkan waktu dan proses yang panjang.

“Sebenarnya kalau secara pribadi saya kurang suka, karena membangun strata kepelatihan itu perlu waktu,” ungkapnya.

Erick menyoroti tantangan besar PSSI selama ini: menciptakan sistem kepelatihan berjenjang antar level usia yang saling terhubung. Ia menyebut, kesulitan komunikasi antara pelatih senior (STY) dan pelatih junior (Indra Sjafri) adalah masalah lama.

“Baru terakhir zamannya Patrick [Kluivert] kita bisa bikin strata. Tapi itu pun karena gagal, ya gimana?” kata Erick.

Kini, dengan hengkangnya dua pelatih asing andalannya, PSSI dihadapkan pada situasi sulit. “Sekarang kalau ditanya pusing enggak? Pusing. Ini kan hilang pelatih senior, U-20, dan U-23,” keluhnya.

Lebih jauh, Erick menyoroti masalah mendasar di dunia kepelatihan Indonesia yang dianggapnya masih sangat “tipis” alias minim kualitas.

“Kepelatihan orang Indonesia itu tipis. Kenapa waktu itu STY nyari asisten juga susah, Patrick Kluivert menginterview 10 pelatih juga enggak ketemu. Memang susah,” bebernya.

Maka dari itu, PSSI membutuhkan waktu ekstra untuk menentukan nakhoda baru. Selain melirik kandidat lokal, Erick mulai mengaktifkan jaringannya di dunia olahraga internasional untuk mencari pelatih asing berkualitas.

Namun, ia mengingatkan bahwa posisi Indonesia saat ini belum ideal. Dengan peringkat FIFA 120, proses pencarian pelatih top dunia tidaklah mudah.

“Jangan sampai persepsi yang terjadi beberapa kali terakhir ini mempersulit posisi kita mencari pelatih. Kita mesti sadari ranking kita belum tinggi,” tegasnya.

Erick mengenang saat merekrut STY dahulu, Indonesia bahkan berada di peringkat 170. Sekarang di 120 pun, tantangan tetap besar.

“Jadi yang sekarang saya coba lakukan dengan jaringan internasional saya adalah memberi confidence balik, bahwa ya kita tetap ingin punya program jangka panjang,” tutupnya, optimistis.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut