Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pengacara Irjen Ahrie Sonta Buka Suara, Tegaskan Kliennya akan Buka-Bukaan Kasus Penyadapan Prabowo
Advertisement . Scroll to see content

Golkar Tegaskan Isu Keterlibatan Bahlil dalam Penyadapan Ilegal Tidak Benar

Jumat, 06 November 2026 - 20:40:00 WIB
Golkar Tegaskan Isu Keterlibatan Bahlil dalam Penyadapan Ilegal Tidak Benar
Sekjen DPP Partai Golkar, M Sarmuji menilai kabar burung yang tidak jelas sumbernya dan tidak terkonfirmasi tersebut tidak perlu ditanggapi secara berlebihan oleh publik. Foto: iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id — Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, membantah tegas isu yang mengaitkan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menjerat sejumlah jenderal polisi.

Sarmuji menilai kabar burung yang tidak jelas sumbernya dan tidak terkonfirmasi tersebut tidak perlu ditanggapi secara berlebihan oleh publik.

"Sesuatu yang tidak kita.. tidak bisa dikonfirmasi, sebenarnya tidak perlu dihiraukan," ujar Sarmuji saat ditemui di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/11/2026).

Sarmuji lantas membandingkan isu tersebut dengan spekulasi miring yang pernah menimpa Bahlil beberapa waktu lalu mengenai kabar penganiayaan yang diduga dilakukan oleh ketua umum partai besar.

"Padahal partai besar itu kan, kalau kita boleh ngomong ada tiga saja. PDI pemenang pemilu, Partai Golkar nomor dua, Partai Gerindra nomor tiga. Kalau ketua umum partai besar yang menganiaya pacarnya itu, harusnya tiga dari... satu dari tiga itu, ya," ucapnya.

"Tapi ternyata ketua umum siapa yang melakukan penganiayaan terhadap pacarnya? Kan enggak mungkin Bu Mega menganiaya pacarnya, kan. Pak Prabowo apalagi, enggak mungkin. Yang kemungkinan waktu itu spekulasinya kan ketua umum Partai Golkar, partai besar. Ternyata kan hoax," tambah Sarmuji.

Ia menjelaskan bahwa kasus penganiayaan tersebut pada kenyataannya dilakukan oleh ketua umum partai kecil yang tidak lolos ke parlemen. Menurutnya, pola rumor keterlibatan Bahlil dalam skandal penyadapan ini serupa dengan hoaks penganiayaan tersebut.

"Nah, sekarang jangan-jangan juga gitu, 'Partai besar'. Partai besarnya siapa, kita enggak tahu. Dan sebenarnya hal yang seperti itu di-skip saja, karena tidak terkonfirmasi dan kebenarannya tidak bisa diverifikasi," tegas Sarmuji.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut