IHSG Melonjak hingga 5 Persen, Rupiah Ikut Menguat di Tengah Optimisme Pasar
JAKARTA, iNews.id – Pasar keuangan Indonesia menunjukkan performa impresif pada awal pekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat tajam hingga mendekati 5 persen, sementara nilai tukar rupiah turut menguat di tengah meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.
Pada pembukaan perdagangan Senin (15/6/2026), IHSG langsung menguat 1,85 persen ke level 6.118. Hanya dalam hitungan menit, penguatan berlanjut menjadi 2,83 persen ke level 6.177. Tren positif ini memperlihatkan tingginya minat investor terhadap pasar saham domestik.
Pergerakan pasar didominasi sentimen positif. Sebanyak 515 saham tercatat menguat, sementara 71 saham melemah dan 37 saham lainnya bergerak stagnan. Nilai transaksi pada awal perdagangan mencapai Rp1,4 triliun dengan volume perdagangan sebesar 2,02 miliar lembar saham.
Kinerja indeks-indeks unggulan juga melonjak signifikan. Indeks LQ45 naik 3,37 persen ke level 617, Jakarta Islamic Index (JII) menguat 3,59 persen ke level 371, indeks MNC36 naik 3,47 persen ke 271, dan IDX30 bertambah 3,22 persen ke level 349.
Penguatan terjadi secara merata di hampir seluruh sektor, mulai dari energi, properti, industri, infrastruktur, keuangan, transportasi, teknologi, kesehatan, hingga sektor konsumer dan bahan baku.
Di jajaran saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers, terdapat PT Remala Abadi Tbk (DATA), PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS). Sementara itu, saham yang mengalami pelemahan terbesar atau top losers ditempati PT Indo Premier Investment Management Tbk (XIIC), PT Ciptadana Asset Management Tbk (XCIS), dan PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES).
Penguatan IHSG yang diikuti apresiasi rupiah dinilai mencerminkan kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi nasional. Sejumlah pelaku pasar mengaitkan sentimen positif tersebut dengan strategi Menteri Keuangan Purbaya dalam menjaga stabilitas fiskal, memperkuat kepercayaan pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global.
Editor: Suriya Mohamad Said