Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Antre BBM Berjam-jam di Bali, Sejumlah Warga Kelelahan hingga Pingsan dan Dilarikan ke RS
Advertisement . Scroll to see content

Jeritan Petugas SPBU Bali di Hadapan Gubernur: Saya Bukan Robot, Saya Capek Pak!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:04:00 WIB
Jeritan Petugas SPBU Bali di Hadapan Gubernur: Saya Bukan Robot, Saya Capek Pak!
Antrean  kendaran untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali dalam sepekan terakhir memicu ketegangan di lapangan. Foto: iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

JEMBRANA, iNews.id — Antrean  kendaran untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali dalam sepekan terakhir memicu ketegangan di lapangan. Di tengah antrean kendaraan yang mengular hingga berkilometer-kilometer, seorang petugas SPBU di Denpasar bahkan meluapkan emosinya dan protes langsung di hadapan Gubernur Bali Wayan Koster akibat kelelahan melayani pembeli tanpa henti.

"Saya bukan robot, saya capek, Pak!" teriak petugas tersebut di hadapan gubernur dan warga yang tengah mengantre, menyuarakan keletihan fisik setelah harus melayani masyarakat sejak pagi hari .

Dampak antrean  BBM ini dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai titik, seperti di Jembrana dan kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung. Sejumlah pengendara bahkan terpaksa menginap di area SPBU karena kendaraan mereka kehabisan bahan bakar.

Parahnya lagi, antrean panjang di bawah terik matahari membuat banyak warga jatuh sakit. Berdasarkan data Sidokes Polres Jembrana, tercatat ada delapan warga yang mengalami kelelahan ekstrem hingga jatuh pingsan saat mengantri di SPBU Jalan Sudirman, Jembrana. Tim medis kepolisian pun terpaksa menerjunkan patroli sepeda gayung dan mendirikan posko kesehatan darurat untuk menolong para korban.

Di tengah kesulitan mendapatkan BBM resmi, situasi ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu. Beredar video di media sosial yang memperlihatkan seorang pengendara ojek online menjual bensin eceran dalam botol kepada turis asing di kawasan Canggu dengan harga fantastis, yakni mencapai Rp150.000 hingga Rp200.000 per 1,5 liter. Aksi tersebut kini tengah diselidiki pihak kepolisian.

Di sisi lain, kelangkaan ini juga memunculkan momen unik yang menyita perhatian warganet. Seorang warga negara asing (WNA) tertangkap kamera membagikan minuman dingin serta es krim kepada warga yang sabar mengantri berjam-jam di SPBU.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut