John Herdman Buka Suara Usai Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam
JAKARTA, iNews.id — Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan penjelasannya usai Skuad Garuda menelan kekalahan saat berhadapan dengan Vietnam. Dalam sesi konferensi pers usai laga, Herdman menyoroti kesalahan taktis dan game management yang dinilainya menjadi awal petaka bagi Indonesia.
Herdman mengakui bahwa timnya gagal mengantisipasi permainan fisik Vietnam pada 15 menit awal babak pertama. Gol cepat yang dicetak lawan mengubah dinamika permainan dan memberikan ruang bagi Vietnam untuk melancarkan serangan balik yang mematikan.
"Kami seharusnya bisa mengatur tim lebih baik dan bermain lebih langsung untuk menghadapi pertarungan fisik Vietnam di 15 menit pertama. Kami memberi mereka gol yang cukup mudah. Laga menjadi sangat sulit karena tim seperti Vietnam sangat berbahaya saat melakukan serangan balik," ujar Herdman.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab atas manajemen permainan sepenuhnya berada di tangan pelatih. Meski begitu, ia mengapresiasi keberanian para pemainnya yang tetap berani tampil menyerang dan memegang kendali permainan. Menurutnya, kegagalan ini menjadi proses evaluasi penting bagi masa transisi dan pertahanan tim.
Kabar buruk juga datang dari sektor penyerangan Skuad Garuda. John Herdman mengonfirmasi bahwa gelandang muda Marcelino Ferdinan dipastikan absen di sisa turnamen akibat mengalami cedera.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan MRI, kondisi cedera Marcelino tidak memungkinkan baginya untuk kembali merumput dalam waktu dekat.
"Sangat disayangkan Marcelino mengalami cedera yang membuatnya harus absen di sisa turnamen. Hasil konfirmasi MRI menunjukkan hal tersebut. Ini situasi yang sulit karena ia memberikan ancaman besar di lini serang, namun ini menjadi kesempatan bagi pemain lain untuk tampil dan membuktikan diri," jelas Herdman.
Sementara itu, bek sekaligus kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, turut menanggapi gelombang kritik dari suporter di media sosial pasca-kekalahan tersebut. Ridho menilai kritik dari fans merupakan hal yang wajar dalam dunia sepak bola ketika tim tampil kurang maksimal.
"Kritik dan komentar buruk itu hal normal di sepak bola ketika kami bermain jelek. Saya akan menerima kritik yang membangun untuk evaluasi diri. Mengenai miskomunikasi di lapangan, ketika kalah memang semua celah akan terlihat. Sebagai kapten, saya bertanggung jawab penuh baik saat tim menang maupun kalah," tegas Ridho.
Mengenai persiapan menatap laga berikutnya melawan Singapura, Ridho menegaskan bahwa seluruh pemain dan tim kepelatihan telah bersepakat di ruang ganti untuk bangkit dan mengincar kemenangan penuh.
"Di ruang ganti kami sudah berkomitmen bersama untuk melangkah ke Singapura. Kami harus menang, tidak ada cara lain. Hari ini mungkin kami lelah dan frustrasi, tapi besok kami akan bangun dan fokus kembali," pungkasnya.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar