Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : iNews Pantau Intensif Pencarian Jurnalis yang Hilang Kontak saat Meliput Erupsi Anak Krakatau
Advertisement . Scroll to see content

Jurnalis iNews Hilang Kontak di Selat Sunda, Tim SAR Perluas Pencarian Kerahkan 4 SRU

Rabu, 09 September 2026 - 10:21:00 WIB
Jurnalis iNews Hilang Kontak di Selat Sunda, Tim SAR Perluas Pencarian Kerahkan 4 SRU
Hari kedua, Tim SAR memperluas pencarian speedboat yang membawa 8 orang, termasuk jurnalis iNews Yudistiro Pranoto, yang hilang kontak di Selat Sunda. Foto iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

LAMPUNG, iNews.id - Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian speedboat yang membawa jurnalis iNews, Yudistiro Pranoto, bersama tujuh orang lainnya yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Rombongan tersebut diketahui tengah melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau ketika kehilangan kontak. Memasuki hari kedua, operasi pencarian diperluas dengan membagi personel ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU).

Operasi SAR dimulai pada Rabu (9/9/2026) pukul 07.00 WIB. Pembagian SRU dilakukan untuk memperluas cakupan wilayah penyisiran.

"Dalam pelaksanaan pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas cakupan area pencarian," ujar Kasubsie Ops dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, Rabu (9/9/2026).

SRU 1 mengerahkan KN SAR Tetuka 247 dengan rencana penyisiran sejauh 68,3 nautical mile (NM) dan jarak antarjalur pencarian atau spacing 3 NM. Sedangkan SRU 2 menggunakan KAL Anyer dengan total rencana penyisiran 69,5 NM dan spacing 3 NM.

Kedua unit tersebut menyisir wilayah perairan yang telah ditentukan berdasarkan perencanaan operasi SAR.

Sementara SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung dengan total rencana penyisiran 67 NM dan spacing 1 NM. Adapun SRU 4 mengerahkan RIB 02 Banten untuk menyisir sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Wilayah tersebut menjadi salah satu titik pencarian berdasarkan hasil evaluasi operasi SAR sebelumnya.

"Pencarian melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, USS Pandeglang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, serta unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, dan unsur terkait lainnya," kata Rizky.

Berbagai sarana juga dikerahkan dalam operasi pencarian. Di antaranya KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RIB 03 Lampung, mobil penyelamat, truk personel, drone thermal, serta peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Kronologi Speedboat Hilang Kontak

Berdasarkan informasi awal, Yudistiro Pranoto berangkat menggunakan speedboat dari wilayah Anyer menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan.

Selain Yudistiro, terdapat empat jurnalis lain dalam rombongan, yakni Muhammad Bagus Khoirunas, fotografer Antara; Arie Basuki, wartawan Merdeka; Daus, wartawan Anadolu; serta Donal, jurnalis freelance.

Komunikasi terakhir diketahui sempat terjalin dengan Muhammad Bagus Khoirunas sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah komunikasi tersebut, speedboat yang membawa delapan orang tidak lagi dapat dihubungi.

Total terdapat lima jurnalis, satu nakhoda, satu anak buah kapal (ABK), dan satu guide dalam rombongan tersebut. Hilangnya komunikasi kemudian dilaporkan kepada tim SAR untuk dilakukan pencarian.

Kondisi cuaca di wilayah pencarian dilaporkan cerah berawan. Angin bertiup dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sekitar 14 knot. Sementara tinggi gelombang berkisar antara 0,4 hingga 1 meter.

"Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian dengan mengoptimalkan seluruh unsur, sarana, dan peralatan yang tersedia. Pencarian juga akan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus, serta perkembangan informasi di lapangan," ucap Rizky.

Editor: Suriya Mohamad Said

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut