Karhutla Palangka Raya Tiga Bulan Tak Kunjung Padam, Warga Tuntut Langkah Cepat Pemerintah Pusat
PALANGKA RAYA, iNews.id — Wilayah Palangka Raya, Kalimantan Tengah, telah menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pekatnya kabut asap selama tiga bulan terakhir. Kondisi krisis lingkungan yang berkepanjangan ini membuat warga mendesak pemerintah pusat, khususnya Presiden, untuk segera turun tangan dan mengambil tindakan cepat di lapangan.
Kepulan kabut asap tebal tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga memicu ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Banyak warga, terutama dari kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, mulai mengeluhkan gangguan pernapasan hingga sesak napas. Warga yang bermukim di sekitar titik api bahkan harus hidup dalam kecemasan selama 24 jam penuh karena khawatir kobaran api menjalar ke permukiman.
Upaya penanggulangan di lapangan menghadapi tantangan berat. Langkah pemadaman melalui udara seperti water bombing maupun Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) belum dapat direalisasikan secara optimal. Jarak pandang (visibilitas) yang sangat terbatas akibat tertutup kabut asap pekat dinilai membahayakan keselamatan penerbangan.
Di tengah situasi darurat ini, berbagai elemen masyarakat mendesak agar pemerintah pusat lebih responsif dalam memperkuat mitigasi bencana, mempercepat distribusi bantuan medis, serta memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan jiwa warga terdampak. Warga berharap kehadiran dan kepedulian nyata dari pemerintah pusat dapat segera meredakan krisis ekologis yang telah melumpuhkan aktivitas dan mengancam kesehatan publik di Kalimantan Tengah.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar