Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Modifikasi Cuaca di Riau hingga Kalimantan, Optimalkan Penanganan Karhutla
Advertisement . Scroll to see content

Kebakaran Gunung Bromo Meluas Hingga 921 Hektare, 1.500 Petugas Gabungan dan Helikopter Dikerahkan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:17:00 WIB
Kebakaran Gunung Bromo Meluas Hingga 921 Hektare, 1.500 Petugas Gabungan dan Helikopter Dikerahkan
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo terus meluas dan makin mengkhawatirkan. Foto: iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

PROBOLINGGO, iNews.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo terus meluas dan makin mengkhawatirkan. Hingga saat ini, luas area yang terdampak kobaran api dilaporkan telah mencapai 921,42 hektar.

Guna menanggulangi pergerakan api yang terus membesar, sebanyak 1.500 petugas gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, BPBD, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), hingga relawan diterjunkan ke lokasi. Pemadaman difokuskan di kawasan Seruni, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Upaya pemadaman dilakukan secara masif melalui jalur darat maupun udara. Sebanyak tiga unit helikopter water bombing berkapasitas 4.000 liter air dikerahkan untuk menyiram titik api dari udara. Namun, operasi udara ini sempat menemui kendala akibat munculnya kabut tebal di sekitar lokasi.

Sementara itu di jalur darat, tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman secara manual serta pengecekan langsung (ground check) di area-area krusial. Tiupan angin yang kencang dan cuaca ekstrem menyebabkan sejumlah titik panas (hotspot) yang sebelumnya sempat padam kembali menyala.

Kobaran api yang semula terdeteksi di kawasan atas Penanjakan dilaporkan terus merembet ke arah Seruni Poin di wilayah Kabupaten Probolinggo. Demi keamanan dan keselamatan pengunjung, objek wisata Seruni Point ditutup sementara untuk umum.

Saat ini, Satgas Gabungan terus berjibaku di lapangan untuk melokalisir pergerakan api agar tidak makin meluas serta tidak mendekati fasilitas umum seperti area jembatan kaca.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut