Krisis Karhutla Makin Parah, Warga dan Aktivis Desak Penetapan Bencana Nasional
JAKARTA, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia kembali memakan korban jiwa dan memicu krisis kesehatan serius. Berdasarkan laporan video di atas, situasi darurat ini mendesak perhatian serta penanganan yang jauh lebih terkoordinasi dari pemerintah pusat.
Di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, jumlah petugas pemadam yang gugur bertambah menjadi empat orang setelah seorang petugas bernama Hendra menghembuskan napas terakhir di RSUD Tongas. Korban mengalami luka bakar serius 50 hingga 60 persen akibat terjebak kobaran api saat memadamkan karhutla di Bukit Mentigen, sisi timur Bromo.
Peristiwa tersebut terjadi ketika 12 personel berpencar di dua lokasi berbeda, yakni Bukit Kembang Puncaksari dan Pusung Lingger. Saat ini, dua petugas lainnya masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar berat.
Sementara itu di Kalimantan Tengah, kabut asap pekat akibat karhutla yang berlangsung selama berminggu-minggu membuat kualitas udara di Kota Palangkaraya berada pada level berbahaya. Warga mengeluhkan sesak napas, batuk, hingga iritasi, sehingga terpaksa membatasi aktivitas luar ruangan dan mengenakan masker.
Di Samarinda, Kalimantan Timur, duka mendalam dirasakan oleh keluarga seorang bayi yang meninggal dunia setelah mengalami sesak napas parah. Pihak keluarga menduga kondisi tersebut dipicu oleh paparan polusi asap karhutla yang menyelimuti lingkungan tempat tinggal mereka.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar