Malu Dicap Keluarga Miskin, Ratusan Warga di Bengkulu Mundur dari Daftar Penerima Bansos
KEPAHIANG, iNews.id - Ratusan keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, memilih mundur dari daftar penerima bantuan sosial (bansos) setelah rumah mereka ditempeli stiker bertuliskan keluarga miskin. Langkah penempelan stiker itu sebelumnya dilakukan oleh Dinas Sosial setempat sebagai upaya memastikan agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran.
Petugas mendatangi satu per satu rumah warga yang terdaftar sebagai KPM untuk menempelkan stiker di bagian depan rumah mereka.
Namun, penempelan stiker ini justru menimbulkan reaksi tak terduga. Banyak warga merasa malu dan enggan rumahnya diberi label keluarga miskin. Akibatnya, ratusan di antara mereka memilih mundur dari daftar penerima bansos.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf pun angkat bicara terkait fenomena ini. Dia menjelaskan bahwa kebijakan penempelan stiker merupakan inisiatif pemerintah daerah, bukan instruksi langsung dari Kementerian Sosial.
“Ya, itu inisiatif daerah. Tetapi memang kami hari-hari ini melakukan uji lapangan. Hasilnya, per hari ini sudah dua juta lebih yang bisa dikatakan tidak memenuhi kriteria untuk menerima bansos,” ujar Gus Ipul, dikutip Kamis (30/10/2025).
Mensos menegaskan, pemerintah terus melakukan verifikasi dan pemutakhiran data penerima bansos agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
Di sisi lain, video yang viral di media sosial memperlihatkan sejumlah penerima bansos di Kepahiang ternyata memiliki kendaraan pribadi, bahkan mobil. Setelah rumahnya akan ditempeli stiker keluarga miskin, mereka memilih mundur dari daftar penerima bantuan.
Dengan keputusan mundur itu, nama-nama warga tersebut otomatis dihapus dari daftar penerima bantuan Kementerian Sosial.
Editor: Reza Fajri