Massa Tolak Konser Andrea Bocelli Lempar Batu dan Petasan, 33 Orang Dilaporkan Luka-Luka
JAKARTA, iNews.id — Aksi unjuk rasa yang digelar untuk menolak pelaksanaan konser musisi asal Italia, Andrea Bocelli, di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, berujung pada insiden kericuhan antara massa pengunjuk rasa dan aparat keamanan.
Aksi penolakan yang dipimpin oleh Habib Bahar bin Smith tersebut diwarnai ketegangan setelah massa melakukan pelemparan batu serta petasan ke arah barikade petugas yang berjaga di lokasi acara. Situasi di sekitar kawasan venue sempat memanas ketika massa merangsek maju dan berhadap-hadapan dengan aparat kepolisian serta TNI yang mengamankan jalannya konser.
Akibat insiden bentrokan tersebut, sebanyak 33 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Para korban luka terdiri atas personel gabungan dari unsur TNI dan kepolisian, serta sejumlah warga yang berada di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa seluruh korban luka langsung mendapatkan penanganan medis cepat dari tim Biddokkes Polda Metro Jaya. Sebagian besar korban telah pulih, sementara beberapa orang masih memerlukan perawatan intensif di rumah sakit akibat terkena lemparan benda tumpul selama kericuhan berlangsung.
Aksi penolakan terhadap konser Andrea Bocelli ini dilatarbelakangi oleh gelombang protes sejumlah kelompok masyarakat yang mempersoalkan rekam jejak sang penyanyi. Massa menuding musisi tenor tersebut pernah menunjukkan keberpihakan dan menggelar kegiatan yang dikaitkan dengan militer Israel pada masa lalu.
Kendati sempat diwarnai aksi unjuk rasa berujung ricuh di bagian luar arena, rangkaian acara konser di dalam venue dilaporkan tetap berlangsung hingga selesai. Aparat keamanan kemudian berhasil mengendalikan situasi di lokasi serta mengamankan proses kepulangan para penonton dan tamu undangan setelah acara berakhir.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar