Mencekam! Hujan Deras 6 Jam Picu Banjir Lahar Dingin Semeru, Tanggul Sungai di Lumajang Jebol
LUMAJANG, iNews.id – Hujan deras yang mengguyur kawasan puncak Gunung Semeru, Senin (2/11/2026), memicu banjir lahar dingin. Pos Pengamatan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang mencatat aktivitas getaran banjir lahar berlangsung selama enam jam tanpa henti.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, getaran banjir tercatat memiliki amplitudo maksimum 65 milimeter dengan durasi mencapai 21.600 detik atau enam jam.
Intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama berdampak terhadap sejumlah wilayah di sekitar aliran sungai Semeru. Debit air di beberapa daerah aliran sungai (DAS) meningkat tajam hingga menyebabkan tanggul sungai di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, jebol.
Secara visual, puncak Gunung Semeru tertutup kabut tebal saat aktivitas banjir lahar berlangsung. Kondisi cuaca di sekitar pos pengamatan dilaporkan hujan disertai angin lemah yang mengarah ke barat dan barat laut. Suhu udara berkisar 19 hingga 21 derajat Celsius.
Hingga saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Siaga atau Level III. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan dan menghindari kawasan rawan bencana.
Di sektor tenggara, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.
Larangan juga berlaku di sepanjang aliran sungai hingga jarak 17 kilometer dari puncak, dengan batas 500 meter dari tepi sungai. Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar.
Selain itu, masyarakat maupun wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terkena lontaran batu pijar.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar susulan, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan hulu Gunung Semeru.
Editor: Suriya Mohamad Said