Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Prabowo: Tahun Ini Saya Renovasi 60.000 Sekolah
Advertisement . Scroll to see content

Momen Prabowo Terkesima Orasi Siswa Sekolah Rakyat Mampu Bicara 4 Bahasa Asing

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:18:00 WIB
Momen Prabowo Terkesima Orasi Siswa Sekolah Rakyat Mampu Bicara 4 Bahasa Asing
Presiden Prabowo Subianto bangga dengan kemampuan siswa Sekolah Rakyat berbahasa asing. (Foto: iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto dibuat terkesima oleh kemampuan siswa Sekolah Rakyat yang menyampaikan orasi dalam berbagai bahasa asing. Momen tersebut terjadi di sela-sela peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi.

Sejumlah siswa tampil percaya diri menyampaikan pidato dalam empat bahasa, yakni Inggris, Arab, Mandarin, dan Jepang, di hadapan Presiden Prabowo dan jajaran Kabinet Merah Putih.

“Luar biasa mereka itu. Yang (pidato) bahasa Inggris luar biasa. Karena saya besar di luar negeri, kalau saya bagus bahasa Inggrisnya, wajar (karena) saya pernah tinggal di daerah-daerah itu. Tapi anak ini, saya kagum juga sama dia tadi,” kata Prabowo dikutip dari iNews TV, Selasa (13/1/2026).

Presiden bahkan sempat melontarkan gagasan agar para siswa tersebut diberi kesempatan belajar ke luar negeri.

“Mungkin, bagusnya kita kirim juga ke luar negeri. Kira-kira bagaimana?” ujar Prabowo yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.

Selain kemampuan berbahasa asing, Prabowo juga mengaku kagum dengan prestasi para siswa Sekolah Rakyat. Meski baru berjalan efektif sekitar enam bulan, sekolah tersebut dinilai sudah mampu membina siswa bertalenta.

“Saya kagum, masa baru enam bulan tadi saya lihat, sudah ada yang juara olimpiade. Juara Olimpiade Matematika. Luar biasa,” ujarnya.

Sekolah Rakyat merupakan program negara yang didedikasikan untuk memutus mata rantai kemiskinan ekstrem melalui pendidikan berasrama gratis. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, khususnya kelompok desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Para siswa yang tampil di hadapan Presiden berasal dari keluarga rentan secara ekonomi. Salah satunya, M. Kiendra Lian Damarta, yang membawakan orasi bahasa Inggris. Dia merupakan anak seorang pengemudi ojek online dengan penghasilan tidak menentu dan tinggal menumpang di rumah kerabat.

Ada pula Muhammad Nazril Kurniawan, anak tunggal dari ayah yang bekerja sebagai petugas kebersihan dengan penghasilan tidak tetap, serta Nazila Barqiah Harum yang berasal dari keluarga pedagang kecil. Melalui Sekolah Rakyat, mereka mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mengubah masa depan.

Momen paling menyentuh dalam acara tersebut terjadi saat para siswa menyampaikan orasi berjudul “Terima Kasih Presiden” dalam empat bahasa.

Dalam bahasa Inggris, para siswa menyatakan bahwa mereka berdiri di hadapan negara bukan sebagai anak-anak paling pintar atau paling beruntung, melainkan anak-anak yang akhirnya mendapatkan kesempatan.

Melalui bahasa Arab, para siswa menegaskan bahwa sekolah adalah harapan dan masa depan mereka. Dalam bahasa Mandarin, mereka menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat memberi ruang bagi anak-anak untuk belajar, bertumbuh, dan menjadi manusia yang bermanfaat. Sementara dalam bahasa Jepang, para siswa menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kepeduliannya kepada anak-anak bangsa.

Dalam bagian lain orasi, para siswa juga menyampaikan empati kepada anak-anak di Palestina yang belum bisa mengenyam pendidikan serta korban bencana di Sumatra. Mereka mengajak seluruh anak Indonesia untuk tidak pernah berhenti belajar.

Orasi ditutup dengan ikrar para siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh, menjadi pribadi yang jujur, berani, dan pantang menyerah.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut