Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bahlil Pastikan SPBU di Bali Normal, Cadangan BBM Ditingkatkan Jadi 15 Hari
Advertisement . Scroll to see content

Pasokan BBM Bali Kembali Normal, Bahlil Siapkan Cadangan untuk 15 Hari

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:58:00 WIB
Pasokan BBM Bali Kembali Normal, Bahlil Siapkan Cadangan untuk 15 Hari
Bahlil memastikan SPBU di Bali kembali normal setelah BBM langka. Pemerintah menargetkan cadangan BBM naik menjadi 15 hari dan menambah kapal. Foto iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali kembali normal setelah sempat mengalami kelangkaan. Pemerintah juga menargetkan peningkatan cadangan BBM di Pulau Dewata dari 11–12 hari menjadi 15 hari.

Kepastian tersebut disampaikan Bahlil seusai rapat koordinasi dan evaluasi bersama jajaran direksi PT Pertamina (Persero), Kepala BPH Migas, serta Pemerintah Provinsi Bali di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).

"Tadi saya mendapat laporan dari Pak Gubernur, Pak Kapolda, dan rekan-rekan GM Pertamina bahwa semua SPBU sudah berjalan normal. Sekarang cadangan di Bali berada di kisaran 11 sampai 12 hari, dan mau saya tingkatkan statusnya menjadi 15 hari," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Terminal Minyak Sanggaran.

Sebelumnya, kelangkaan BBM, terutama Pertalite, sempat terjadi di sejumlah wilayah Bali, termasuk Denpasar, Badung, dan Tabanan. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan mendapatkan bahan bakar dan memicu antrean kendaraan di sejumlah SPBU.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah bersama Pertamina menerapkan sejumlah langkah darurat. Di antaranya pembatasan pembelian BBM berdasarkan pelat nomor ganjil-genap serta pengoperasian puluhan SPBU selama 24 jam sejak Sabtu (17/10/2026).

Bahlil menjelaskan, gangguan pasokan dipicu keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Pulau Jawa menuju Bali. Akibatnya, ketahanan cadangan BBM di Bali sempat berkurang sekitar tiga hingga empat hari.

"Di beberapa hari kemarin terjadi penurunan cadangan sekitar 3 sampai 4 hari karena ada keterlambatan kapal yang membawa BBM dari Jawa ke Bali. Tapi mulai hari ini cadangan di wilayah Bali rata-rata sudah mencapai 11 sampai 12 hari, jadi alhamdulillah sudah bisa teratasi," katanya.

Armada Kapal BBM Ditambah
Untuk mencegah gangguan serupa, pemerintah meminta Pertamina meningkatkan jumlah kapal pengangkut BBM dari Jawa ke Bali, dari sebelumnya tiga kapal menjadi tujuh kapal.

Penambahan armada tersebut diharapkan memperlancar distribusi dan menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat, terutama ketika terjadi peningkatan kebutuhan.

Bahlil menyebut pasokan BBM di Bali ditopang dua fasilitas penyimpanan utama, yakni Integrated Terminal Manggis di Kabupaten Karangasem dan Fuel Terminal Sanggaran di Denpasar.

Menurut dia, ketahanan stok di kedua terminal tersebut berbeda. Fuel Terminal Sanggaran memiliki cadangan sekitar empat hingga lima hari, sedangkan Integrated Terminal Manggis memiliki ketahanan stok di atas 11 hari.

"Terminal Sanggaran volumenya tidak sebesar Manggis, cadangannya sekitar 4 sampai 5 hari sementara di Manggis di atas 11 hari. Untuk mempercepat prosesnya, armada kapal yang melayani distribusi dari Jawa ke Bali saya minta ditambah dari semula tiga menjadi tujuh kapal," tuturnya.

Cadangan BBM Nasional Aman
Di tingkat nasional, Kementerian ESDM memastikan cadangan BBM masih berada pada level aman. Pemerintah kini berfokus memperkuat distribusi antardaerah agar keterlambatan pengiriman tidak kembali memicu gangguan pasokan di wilayah tertentu.

"Cadangan nasional kita berada di atas 16 sampai 18 hari untuk Pertalite RON 90, sementara jenis lain rata-rata di atas 20 hari. Secara stok nasional tidak ada yang perlu dikhawatirkan, sekarang distribusinya yang kita perlancar dari satu kota ke kota lain dengan meminta Pertamina menambah armada," kata Bahlil.

Pemerintah berharap penambahan armada kapal dan peningkatan cadangan BBM di Bali dapat menjaga kelancaran pasokan serta mencegah terulangnya antrean panjang di SPBU.

Editor: Suriya Mohamad Said

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut