Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Tunda Lagi Serang Fasilitas Energi Iran: Mereka Minta 7, Saya Kasih 10 Hari
Advertisement . Scroll to see content

Pesawat Militer AS Mobilisasi Pasukan Terjun Payung ke Timur Tengah, Sinyal Serangan Darat ke Iran Menguat

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:48:00 WIB
Pesawat Militer AS Mobilisasi Pasukan Terjun Payung ke Timur Tengah, Sinyal Serangan Darat ke Iran Menguat
Pesawat militer Amerika Serikat yang membawa ratusan pasukan penerjun payung dari Pantai Timur AS menuju Timur Tengah, mendekati wilayah Iran. Foto: iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Data dari situs pelacak penerbangan mengungkapkan adanya pergerakan masif pesawat militer Amerika Serikat yang membawa ratusan pasukan penerjun payung dari Pantai Timur AS menuju Timur Tengah, mendekati wilayah Iran.

Meskipun identitas personel tidak dipublikasikan, tercatat ada enam penerbangan dari Fort Bragg, pangkalan militer di North Carolina, yang bertolak ke Timur Tengah dalam waktu dekat.

Pergerakan ini memicu spekulasi bahwa elemen Pasukan Respons Cepat dari Divisi Lintas Udara ke-82 telah dimobilisasi, yang sekaligus meningkatkan kekhawatiran terkait potensi serangan darat terhadap Iran.

Surat kabar The New York Times (NYT) melaporkan, Pasukan Respons Cepat AS terdiri atas 3.000 penerjun payung yang bisa dikerahkan ke wilayah mana pun di dunia dalam waktu 18 jam. 

Disebutkan, pasukan ini bisa dikerahkan untuk merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran yang terletak di Teluk Persia.

Beberapa sumber pejabat pertahanan AS mengatakan kepada NYT, elemen dari Divisi Lintas Udara ke-82 telah masuk dalam daftar pengerahan. Namun diketahui sejauh ini belum ada perintah dari Departemen Pertahanan (Pentagon) maupun Komando Pusat AS (Centom).

Setidaknya 35 pesawat angkut militer C-17 telah bergerak dari pangkalan AS menuju Timur Tengah sejak 12 Maret, menyusul dimulainya perang Iran pada 28 Februari. Sementara 11 pesawat lainnya saat ini sedang dalam pengerahan.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan tiga tujuan utama, yakni 17 pesawat ke Pangkalan Udara Ovda di Israel, 13 ke Pangkalan Udara King Faisal, dan empat ke Bandara Internasional King Hussein. Keduanya berada di Yordania.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut