Presiden Prabowo: Cadangan Beras Indonesia Tertinggi Sepanjang Sejarah, Lampaui Era Soeharto
BOGOR, iNews.id – Presiden Prabowo Subianto membawa kabar baik dalam Taklimat Awal Tahun Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Selasa (6/1). Dia mengumumkan bahwa cadangan beras nasional di gudang Bulog saat ini telah menembus angka 3 juta ton, sebuah pencapaian yang melampaui rekor tertinggi era swasembada beras Presiden Soeharto.
Dalam arahannya, Prabowo mengungkapkan rasa bangganya atas capaian ini. Sebagai perbandingan, pada masa kejayaan pangan era Presiden ke-2 RI Soeharto, cadangan beras nasional berada di angka 2 juta ton. Kini, di bawah kepemimpinannya, angka tersebut naik signifikan sebesar 50%.
"Hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Ini adalah hasil kerja keras semua unsur," tegas Prabowo di hadapan para menteri.
Melihat tren positif ini, Presiden optimistis kemandirian pangan Indonesia bisa terwujud lebih cepat. Jika awalnya ditargetkan dalam empat tahun, Prabowo kini yakin swasembada pangan berpotensi tercapai pada akhir 2025 atau tahun pertama masa jabatannya.
Prabowo mengingatkan bahwa swasembada bukan sekadar soal angka, melainkan syarat mutlak kedaulatan negara. Dia menyoroti ketidakpastian global dan konflik bersenjata yang melanda negara-negara sumber impor tradisional seperti Thailand dan Kamboja.
"Kalau kita tidak swasembada beras di tengah konflik di mana-mana, kita dalam bahaya. Negara sumber impor kita sedang perang. Kita harus mandiri agar tidak terjepit situasi global," ujarnya.
Tak hanya terpaku pada beras, Presiden menginstruksikan jajaran Kabinet Merah Putih untuk memperkuat sektor pangan lainnya, antara lain sumber karbohidrat berasal dari jagung dan singkong.
Sementara sumber protein melalui penguatan ketersediaan protein lokal guna menjamin kebutuhan gizi rakyat secara mandiri.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar