Prihatin 5 Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau, DPR Minta SAR Maksimalkan Pencarian
JAKARTA, iNews.id - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyampaikan keprihatinan atas hilang kontaknya jurnalis iNews Yudistiro Pranoto bersama empat wartawan lainnya di perairan Selat Sunda. Mereka dilaporkan hilang saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
DPR mendorong seluruh instansi terkait mengoptimalkan operasi pencarian agar keberadaan kelima jurnalis tersebut segera diketahui.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan pencarian para jurnalis yang hingga kini belum ditemukan.
"Ya, yang pertama kami menyatakan prihatin terhadap teman-teman jurnalis yang pada saat ini belum diketahui keberadaannya," ucap Dasco saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).
Dasco meminta instansi terkait mengerahkan seluruh upaya terbaik untuk menemukan kelima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
"Kami sudah mendorong kepada instansi terkait, dan juga memonitor upaya-upaya yang dilakukan secara maksimal agar kejelasan dari teman-teman tersebut dapat segera diketahui," katanya.
Politikus Partai Gerindra tersebut juga mengajak seluruh pihak untuk mendoakan agar para jurnalis dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
"Kita doakan semoga upaya yang terbaik juga bisa mendapatkan hasil yang terbaik," ucap Dasco.
Sebanyak delapan orang hingga kini masih dalam pencarian. Mereka terdiri atas kapten kapal Warta (55), ABK Surakman (60), guide Heriyanto (49), serta lima jurnalis.
Kelima jurnalis tersebut yakni Yudistiro Pranoto dari iNews, Muhammad Bagus Khoirunas selaku fotografer Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Komunikasi terakhir diketahui sempat terjalin dengan Muhammad Bagus Khoirunas sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah komunikasi tersebut, kapal yang membawa delapan orang itu tidak lagi dapat dihubungi.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, di antaranya personel Pos SAR Bakauheni, kru KN SAR Basudewa, Lanal Lampung, Polairud, Mabes Polairud, Ditpolairud Polda Lampung, BPBD Lampung, Dinas Perhubungan, hingga Institut Teknologi Sumatera (ITERA).
Basarnas juga mengerahkan KN SAR Tetuka 247 untuk menyisir sejumlah wilayah perairan. Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, termasuk aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Tim SAR sebelumnya telah melakukan penyisiran di sekitar Pulau Sebesi hingga kawasan Gunung Anak Krakatau. Operasi terus dilakukan untuk menemukan jejak dan memastikan keberadaan delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian.
Editor: Suriya Mohamad Said