Sambut Lebaran 2026, Pemerintah Kucurkan Stimulus Rp911 Miliar untuk Diskon Tiket Mudik
JAKARTA, iNews.id – Pemerintah secara resmi menyiapkan paket stimulus ekonomi besar-besaran guna menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Anggaran sebesar Rp911,16 miliar telah dialokasikan khusus untuk memberikan diskon mudik tarif transportasi di berbagai moda angkutan.
Kebijakan ini bertujuan untuk menggenjot mobilitas masyarakat serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap kuat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers di Stasiun Gambir pada Selasa (10/2), menjelaskan bahwa kebijakan ini berkaca pada keberhasilan stimulus serupa yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 hingga mencapai 5,39 persen.
Anggaran yang bersumber dari APBN maupun Non-APBN tersebut akan disalurkan melalui berbagai operator transportasi untuk periode Maret hingga April 2026.
Masyarakat yang berencana mudik menggunakan kereta api akan mendapatkan diskon tarif sebesar 30 persen untuk periode keberangkatan 14 hingga 29 Maret 2026, dengan target menjangkau 1,2 juta penumpang.
Sementara itu, untuk moda transportasi udara, tersedia insentif berupa diskon tiket kelas ekonomi penerbangan domestik di kisaran 17 persen hingga 18 persen bagi sekitar 3,3 juta calon penumpang.
Sektor penyeberangan laut melalui ASDP mendapatkan stimulus paling signifikan, di mana pemerintah membebaskan biaya jasa kepelabuhanan hingga 100 persen mulai 12 hingga 31 Maret 2026. Kebijakan ini diharapkan mampu memperlancar arus bagi 2,4 juta penumpang dan hampir satu juta unit kendaraan.
Selain itu, penumpang kapal PT PELNI juga akan menikmati potongan tarif dasar sebesar 30 persen dalam periode promo yang lebih panjang, yakni mulai 11 Maret hingga 5 April 2026.
Guna mengurai potensi kemacetan parah dan memberikan fleksibilitas waktu mudik, pemerintah turut memperkenalkan skema kerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA). Kebijakan ini berlaku selama lima hari, tepatnya pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 bagi ASN maupun pekerja swasta.
Airlangga menegaskan bahwa kebijakan ini bukan merupakan libur tambahan, melainkan pengaturan kerja yang fleksibel agar masyarakat bisa merencanakan perjalanan lebih awal tanpa terikat lokasi kantor.
Selain fokus pada mobilitas, pemerintah juga berkomitmen memperkuat daya beli masyarakat kelas bawah melalui penyaluran bantuan pangan gratis dengan total anggaran Rp11,92 triliun. Sebanyak 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di kelompok ekonomi terbawah akan menerima bantuan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng setiap bulannya.
Penyaluran bantuan ini akan dimulai pada bulan Ramadan atau Februari mendatang, dengan harapan kolaborasi lintas sektor dapat menjaga kelancaran logistik sehingga bantuan tersebut segera sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan sebelum hari raya.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar