Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Iran Minta Maaf atas Serangan ke Negara Tetangga, tapi Tegaskan Tak Menyerah
Advertisement . Scroll to see content

Setelah Hujan Rudal, Presiden Iran Minta Maaf dan Peringatkan Musuh

Senin, 09 Maret 2026 - 14:28:00 WIB
Setelah Hujan Rudal, Presiden Iran Minta Maaf dan Peringatkan Musuh
Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf atas serangan ke negara tetangga dan menyatakan Iran akan menahan diri kecuali ada serangan terhadap wilayahnya. (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.idPresiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permohonan maaf kepada negara-negara tetangga setelah serangkaian serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran memicu ketegangan kawasan Timur Tengah.

Dalam pidato yang disiarkan melalui televisi nasional, Pezeshkian menegaskan keputusan pemerintah Iran untuk menghentikan serangan terhadap negara tetangga kecuali ada serangan terlebih dahulu terhadap wilayah Iran.

“Dewan kepemimpinan sementara mengumumkan kemarin bahwa tidak akan ada lagi serangan terhadap negara-negara tetangga dan tidak ada peluncuran rudal kecuali jika serangan berasal dari negara-negara tersebut terhadap Iran,” kata Pezeshkian dalam pidato kepada rakyat Iran, dikutip dari Anadolu, Sabtu (7/3/2026).

Pezeshkian juga menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada negara-negara di kawasan tersebut di tengah meningkatnya ketegangan regional. Dia menegaskan Iran tidak memiliki niat menyerang negara lain.

Meski mengumumkan sikap menahan diri, Pezeshkian menolak anggapan Iran akan menyerah tanpa syarat dalam konflik yang sedang berlangsung. Dia menegaskan pihak yang berharap Iran menyerah akan membawa harapan tersebut ke liang kubur.

Ketegangan kawasan meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke Israel serta sejumlah negara Arab yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat. Serangan itu menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, termasuk pelabuhan dan bangunan tempat tinggal.

Pemerintah Iran menyatakan serangan tersebut merupakan respons terhadap operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Serangan sebelumnya dilaporkan menewaskan ratusan orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer tinggi.

Kecaman Keras GCC dan Uni Eropa

Serangan Iran juga memicu kecaman keras dari negara-negara Arab yang tergabung dalam Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) serta Uni Eropa. Para Menteri Luar Negeri dari kedua pihak menilai serangan Iran mengancam stabilitas kawasan.

Pernyataan bersama itu disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Menteri antara GCC dan Uni Eropa terkait serangan Iran terhadap negara-negara anggota GCC pada Kamis (5/3/2026).

Dalam pernyataan resmi, para menteri menegaskan pentingnya kemitraan strategis antara GCC dan Uni Eropa yang berlandaskan Perjanjian Kerja Sama 1988 serta keputusan pada KTT GCC–Uni Eropa di Brussel pada Oktober 2024.

“Para menteri mengecam dengan keras serangan Iran yang tidak dapat dibenarkan terhadap negara-negara GCC, yang dianggap sebagai ancaman nyata terhadap keamanan regional dan internasional, serta menuntut Iran untuk segera menghentikan serangan tersebut tanpa syarat,” tulis pernyataan resmi tersebut.

Para menteri juga menegaskan solidaritas antara GCC dan Uni Eropa serta menyerukan Iran menghormati hukum internasional dan hukum humaniter internasional.

“Para menteri menegaskan kembali komitmen mereka terhadap stabilitas regional dan menyerukan perlindungan warga sipil, penghormatan penuh terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional, serta kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Piagam PBB,” bunyi pernyataan tersebut.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut