Thailand dan Kamboja Sepakat Gencatan Senjata, Dimediasi PM Malaysia Anwar Ibrahim
KUALA LUMPUR, iNews.id – Setelah lima hari terlibat konflik bersenjata, Thailand dan Kamboja akhirnya mencapai kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Gencatan senjata ini disepakati dalam pertemuan bilateral yang digelar pada Senin (28/7/2025) di Rumah Dinas PM Malaysia di Putrajaya, dan akan mulai berlaku efektif pada tengah malam waktu setempat.
Pertemuan itu dihadiri oleh Penjabat Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet. Keduanya menegaskan komitmen untuk menghentikan pertempuran segera dan tanpa syarat, demi memulihkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara.
“Kehadiran dan kolaborasi semua pihak menegaskan komitmen bersama terhadap perdamaian, dialog, dan stabilitas regional,” kata juru bicara resmi dalam pernyataan yang dibacakan seusai pertemuan.
Dalam pernyataan resmi, kedua negara menyepakati poin penting:
Konflik bersenjata ini merupakan buntut dari ketegangan yang telah berlangsung sejak 2008 terkait sengketa wilayah perbatasan. Namun, eskalasi pertempuran sejak Kamis (24/7/2025) disebut sebagai yang paling mematikan dalam satu dekade terakhir, menewaskan sedikitnya 35 orang dan memaksa lebih dari 200.000 orang mengungsi dari kawasan terdampak.
“(Gencatan senjata seharusnya) Memberikan banyak kesempatan bagi ratusan ribu orang di kedua belah pihak untuk kembali ke kondisi normal,” ujar Hun Manet usai pertemuan. Ia juga menambahkan bahwa sekarang saatnya untuk membangun kembali kepercayaan dan keyakinan antara kedua negara.
Dalam kesempatan tersebut, Hun Manet menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah membantu proses mediasi. “Kami berterima kasih kepada Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, serta pemerintah China atas bantuan dalam menengahi gencatan senjata,” ungkapnya.
Sementara itu, Phumtham Wechayachai menyampaikan singkat bahwa pemerintah Thailand hadir dalam perundingan ini dengan iktikad baik dan niat untuk mengakhiri konflik. Ia juga menyatakan siap untuk mengikuti langkah-langkah selanjutnya yang disepakati dalam proses perdamaian.
PM Malaysia Anwar Ibrahim menyambut baik tercapainya kesepakatan tersebut. “Ini adalah langkah awal yang vital menuju deeskalasi dan pemulihan perdamaian dan keamanan,” ucap Anwar.
Gencatan senjata ini membuka peluang baru untuk dialog jangka panjang antara Thailand dan Kamboja. ASEAN dan komunitas internasional diharapkan dapat terus berperan aktif dalam mendukung upaya damai berkelanjutan di kawasan tersebut.
Editor: Komaruddin Bagja