Warga Takalar Hadang Truk Tangki BBM di Depan SPBU akibat Kelangkaan
TAKALAR, iNews.id — Ratusan warga nekat mengadang mobil truk tangki Pertamina pengangkut Pertalite di depan SPBU Panaikang, Patalasang, Kabupaten Takalar. Warga memaksa truk tangki tersebut mengisi pasokan BBM di SPBU setempat yang sudah kosong sejak pagi hari, meskipun muatan BBM itu sejatinya ditujukan untuk wilayah Bulukumba.
Kericuhan sempat terjadi akibat aksi pemaksaan tersebut, sebelum akhirnya aparat kepolisian turun tangan untuk mengamankan situasi sehingga armada truk tangki dapat melanjutkan perjalanannya.
Aksi nekat warga dipicu kekecewaan akibat kelangkaan BBM jenis Pertalite, Pertamax, hingga Solar yang habis sejak pagi. Banyak warga dan pengendara yang harus gigit jari setelah mengantre lebih dari 10 jam. Ketiadaan stok di SPBU tersebut memicu antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat hingga meluap ke jalan raya dan mengganggu arus lalu lintas.
Kondisi antrean BBM memanjang juga sempat dialami di sejumlah SPBU wilayah Makassar, di mana para pengendara harus mengantre hingga 5 jam untuk mendapatkan Pertalite. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Makassar membatasi pembelian dan memberlakukan sistem ganjil genap hingga antrean berangsur terurai.
Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah tuduhan kelangkaan BBM di wilayah Sulawesi dan Sumatra. Ia menegaskan bahwa cadangan BBM nasional masih aman di atas standar minimum, yakni tahan untuk lebih dari 20 hari.
Bahlil menjelaskan bahwa pemicu utama antrean panjang adalah ulah oknum warga yang memodifikasi tangki kendaraan untuk menimbun BBM bersubsidi. Pihak kepolisian menemukan sejumlah moda transportasi, seperti mobil pribadi dan truk, yang tangkinya dimodifikasi hingga mampu menampung 700 liter sampai 1 ton BBM.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar