Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pandji Pragiwaksono Dilaporkan, Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Penistaan Agama
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Ibu Muda Berjuang Lawan Kanker Tulang, Iman pada Allah SWT yang Menguatkan

Minggu, 16 Maret 2025 - 08:22:00 WIB
Kisah Ibu Muda Berjuang Lawan Kanker Tulang, Iman pada Allah SWT yang Menguatkan
Hani Hanafiah adalah seorang ibu muda yang saat ini berjuang melawan kanker tulang. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Seorang ibu muda bernama Hani Hanafiah dihadirkan dalam Tabligh Akbar Nikmatnya Ramadan iNews di Stadion Purnawarman, Purwakarta. Di momen tersebut, ibu muda itu cerita kalau dirinya saat ini sedang berjuang melawan kanker tulang

Dari kisahnya, banyak hikmah yang bisa dipetik untuk para Muslim salah satunya soal keyakinan bahwa Allah Maha Baik dan tidak pernah memberikan ujian melebihi batas kemampuan manusia. 

Hani Hanafiah cerita kalau dirinya sebelum didiagnosis kanker tulang, mengalami ujian hidup yang datang silih berganti dari segi kesehatan. 

"Perjalanan saya melawan kanker tulang ini bukan awal dari ujian sakit saya. Jadi, ujian sakit saya rasanya seperti roller coaster, karena sebelum sakit kanker tulang, saya juga menjalani 5 kali operasi, tumor payudara, TB kelenjar," kata Hani, dikutip dari Youtube Official iNews, Minggu (16/3/2025). 

Hani melanjutkan, "Bahkan, untuk mendapatkan anak pertama, saya harus merasakan kehilangan terlebih dahulu yaitu keguguran tiga kali. Lalu, baru kanker tulang." 

Bukan hal yang mudah pastinya menjalani ujian demi ujian tersebut. Namun, Hani bersyukur karena Allah mengirimkan 'support system' yang luar biasa untuknya, yaitu sang suami dan anak. 

Menurut Hani, dua sosok itu yang menjadi penguat dia menjalani ujian dari Allah SWT, selain keimanannya yang begitu besar pada Allah SWT. 

Bicara soal ketakutan terbesar Hani Hanafiah saat ini, dia mengaku bukan takut meninggal dunia atau kehilangan suami tercinta, tapi takut meninggalkan anaknya. 

"Karena saya tidak bisa membayangkan kehidupan anak tanpa ada saya di sampingnya," ungkapnya. 

Di kesempatan tersebut, penceramah Abi Amir Faishol menjelaskan kalau orang-orang Muslim di zaman dulu itu punya pandangan takut jika Allah SWT tidak memberikan ujian hidup kepada mereka. 

Sebab, mereka meyakini bahwa ketika seseorang diberikan ujian, itu artinya Allah SWT sayang dan peduli kepadanya. Dari sini Muslim harus belajar bahwa ujian kehidupan itu datangnya dari Allah SWT dan akan selalu ada maksud di balik itu, salah satunya bukti Allah SWT menitipkan keimanan pada manusia tersebut. 

"Jadi, tidak mungkin Allah SWT memberikan ujian tanpa ada solusi, karenanya jangan segera berprasangka buruk pada Allah SWT. Ingat, semakin tinggi iman, semakin besar ujiannya," ungkap Abi Amir Faishol.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut