Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ahmad Sahroni Diperas Pegawai KPK Gadungan Rp300 Juta, 4 Pelaku Ditangkap
Advertisement . Scroll to see content

Adu Pendapat Ray Rangkuti dan Politikus Gerindra soal Ongkos Politik Cakada

Selasa, 24 Desember 2024 - 22:09:00 WIB
Adu Pendapat Ray Rangkuti dan Politikus Gerindra soal Ongkos Politik Cakada
Pengamat politik Ray Rangkuti (kiri) dan politikus Gerindra Hendarsam Marantoko dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Pemilu lewat Dewan, Rakyat Untung atau Buntung?'. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pengamat politik Ray Rangkuti beradu pendapat dengan Ketua Umum Lingkar Nusantara sekaligus politikus Partai Gerindra Hendarsam Marantoko. Perdebatan terjadi saat keduanya membahas ongkos politik untuk maju sebagai calon kepala daerah (cakada).

Semula, Hendarsam menekankan tidak ada mahar politik di Partai Gerindra.

"Sampai dengan saat ini mahar politik, khususnya Partai Gerindra itu sama sekali nol persen. Kalau masalah asumsi dibungkus dengan teori, nuduh-nuduh segala macam monggo, ya gak apa-apa," ujar Hendarsam dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Pemilu lewat Dewan, Rakyat Untung atau Buntung?' yang tayang di iNews, Selasa (24/12/2024).

Pernyataan Hendarsam kemudian ditanggapi pakar hukum tata negara Feri Amsari. Dia mengutip pemberitaan salah satu media yang memuat wawancara antara mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) Dino Patti Djalal dengan Presiden Prabowo Subianto pada 2017 lalu.

"Ketika itu ditanyakan oleh Pak Dino, 'Apa pertimbangan Pak Prabowo memilih kepala daerah?', 2017 itu, dijawab oleh Pak Prabowo, 'Anda punya uang berapa untuk bisa maju?' Itu sebabnya politik biaya tinggi terjadi di Gerindra. Ini bukan asumsi, bukan teori," tutur Feri.

Hendarsam pun mengklarifikasi pernyataan Feri. Dia menyebut, Rp300 miliar yang dimaksud merupakan ongkos politik.

Ray Rangkuti lantas menanggapi pernyataan Hendarsam. Dia mengatakan, uang yang dikeluarkan calon kepala daerah (cakada) bakal kembali ke calon yang bersangkutan.

"Anda sekali pun bilang itu mahar, kalau dilacak lagi partai politik, kamu akan menemukan jawaban itu akan kembali ke paslon," tutur dia.

Hendarsam setuju dengan pertanyaan Ray. Lantas, dia mempertanyakan letak kesalahan dari pernyataan Prabowo tersebut.

Ray kemudian mempertanyakan mengapa Prabowo tidak menguji kapasitas tokoh yang hendak mencalonkan sebagai kepala daerah alih-alih menanyakan uang yang dimiliki untuk maju.

"Mengapa Pak Prabowo tidak mengatakan, 'Siapa yang mau naik kepala daerah perlihatkan kepada saya kecakapan, kapasitas, kejujuran dan integritas, soal biaya kita cari bersama?'" tutur Ray.

Hendarsam lalu menyatakan Ray akan terjebak dengan pernyataannya sendiri. "Nanti beliau (Ray) akan terjebak dengan omongannya sendiri," kata Hendarsam.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut