JAKARTA, iNews.id – Duka menaungi Iran. Ilmuwan nuklir ternama mereka, Mohsen Fakhrizadeh, dibunuh dalam sebuah serangan di luar Teheran pada Jumat (27/11/2020).
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam pembunuhan tersebut. Seorang juru bicara PBB menyatakan pembunuhan di luar hukum tidak bisa diterima. PBB juga mendesak semua pihak menahan diri terkait pembunuhan karena bisa meningkatkan ketegangan di kawasan.
Sosok Fakhrizadeh tak sering disebut kecuali dia dikenal sebagai profesor universitas. Namun, setelah Iran meninggalkan program senjata nuklir, komunitas Barat mulai mengidentifikasi Fakhrizadeh sebagai tokoh kunci dalam upaya tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut nama Fakhrizadeh, saat menyampaikan presentasi tentang program rahasia Iran pada 2018.
Editor: Zen Teguh