JAKARTA, iNews.id - Sejak dua tahun tahun lalu, China dikabarkan tengah membangun stadion raksasa demi jadi tuan rumah Piala Dunia 2030 mendatang.
Megaproyek itu pertama kali digagas oleh raksasa properti asal China, Evergrande Group, yang juga sekaligus pemilik klub Guangzhou Evergrande Taobao FC.
Sejak April 2020, Guangzhou Evergrande meluncurkan proyek megah pembangunan stadion terbesar di dunia yang diperkirakan menelan dana dana $1,7 miliar atau sekitar Rp26 triliun.
Stadion Modern Berbentuk Bunga Teratai
Proyek gelanggang sepak bola terbesar itu langsung menjadi sorotan. Hal itu lantaran Guangzhou Evergrande Stadium dirancang dengan desain unik dan memiliki bentuk seperti bunga teratai.
Selain itu, stadion tersebut juga akan memiliki kapasitas 100.000 kursi. Artinya, stadion yang sempat diperkirakan rampung pada tahun 2022 itu tentu akan lebih besar dari Camp Nou milik Barcelona yang sejauh ini bisa menampung 90 ribu penonton.
Selain bakal menjadi salah satu stadion dengan kapasitas penonton terbanyak, markas Guangzhou Evergrande ini juga akan menjadi stadion modern yang artistik.
Stadion yang dirancang oleh arsitek Amerika, Hasan Syed itu juga akan menyiapkan beberapa ruangan yang sesuai dengan standar stadion kelas dunia versi FIFA. Antara lain adalah 16 ruangan pribadi VVIP, 152 ruangan pribadi VIP, area FIFA, area atlet, dan area media.
Kendati demikian, tidak sedikit yang menganggap bahwa proyek tersebut adalah proyek yang sangat ambisius.
Ambisi Demi Tuan Rumah Piala Dunia 2030?
Banyak anggapan bahwa mega proyek fantastis itu berani diluncurkan demi menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030.
Dilansir iNews.id dari China.org, Selasa (16/8/2022), China dikabarkan telah menyiapkan 12 stadion utama yang baru yang akan dipakai untuk ajang Piala Dunia Antarklub 2021 dan Piala Asia 2023.
Tetapi, pemerintah China tentu mengincar hal yang lebih besar dari kedua kompetisi tersebut, yang tidak lain dan tidak bukan adalah gelaran Piala Dunia.
"Saya pikir keinginan China untuk mengikuti Piala Dunia sangat jelas," kata Ji Yuyang, jurnalis Oriental Sports Daily.
Ambisi itu kabarnya mendapat lampu hijau dari Presiden FIFA, Gianni Infantino. Meski secara aturan wilayah Asia tidak bisa menjadi tuan rumah setelah Qatar (2022) dan Amerika Serikat-Kanada-Meksiko (2026), disebutkan bahwa ambisi China pasti akan membuat perebutan status tuan rumah bakal semakin meriah meriah.
Evergrande Batalkan Proyek Pembangunan Stadion Guangzhou FC?
Sejak 2021 lalu, Evergrande Group mengatakan bahwa pembangunan stadion akan tetap dilanjutkan meskipun perusahaan mengalami krisis likuiditas.
Namun pada November 2021, stadion tersebut diambil alih oleh pemerintah Tiongkok dengan rencana untuk menjual stadion yang belum selesai itu ke perusahaan lain atau mengalihkan kepemilikan ke Grup Investasi Konstruksi Kota Guangzhou milik negara.
Saat itu pembangunan stadion dilaporkan dihentikan setidaknya selama tiga bulan. Hal itu tentu bertentangan dengan pernyataan Evergrande sebelumnya.
Kini, Evergrande Group dikabarkan terlilit masalah utang dan megaproyek tersebut akan benar-benar terancam diteruskan pihak lain. Tentu menarik dinantikan perkembangan berikutnya mengenai perkembangan proyek stadion raksasa yang digadang-gadang akan jadi yang terbesar di dunia tersebut.
Editor: Dimas Wahyu Indrajaya