JAKARTA, iNews.id - Generasi milenial semakin banyak mengisi posisi strategis di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bahkan, Menteri BUMN Erick Thohir fokus memberikan porsi mencapai 5 persen untuk direksi milenial di perusahaan pelat merah sepanjang tahun lalu.
Mayoritas posisi strategis yang diisi kalangan milenial ini adalah jabatan direktur, yang secara teknis memahami alur bisnis perusahaan. Misalnya, Viviana Dyah, direktur keuangan BRI yang baru berusia 43 tahun. Direktur Bisnis Jasa Marga Reza Febriano, juga baru berumur 42 tahun.
Selain itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT ASDP Ferry Harry M Adhi dan Direktur Operasi & Teknologi Informasi PT Pos Indonesia Hariadi yang sama-sama berusia 42 tahun. Ada juga Rony Hanityo A, direktur investasi PT Taspen, yang masih berumur 41 tahun. Direktur Jaringan dan Layanan BRI Arga M Nugraha pun baru menginjak kepala 4.
Ada juga milenial di bawah usia 40 tahun yang menduduki jabatan direktur BUMN. Sebut saja Soleh Ayubi yang menjabat direktur transformasi dan digital Biofarma pada usianya 38 tahun. Fajrin Rasyid, mantan bos e-commerce Bukalapak ini menjadi direktur digital business PT Telkom di usia 35 tahun.
Sementara di perusahaan energi, ada Fadli Rahman yang menjabat direktur perencanaan strategis dan pengembangan bisnis Pertamina di usia 35 tahun. Sedangkan direktur paling muda di BUMN ada di PT Jiwasraya, yaitu Ryan D Firman yang usianya 31 tahun.
Editor: Maria Christina