Infografis Fenomena Pengamen Ondel-Ondel Marak di Pinggiran Jakarta

Tim iNews.id ยท Rabu, 16 Juni 2021 - 13:39:00 WIB
Infografis Fenomena Pengamen Ondel-Ondel Marak di Pinggiran Jakarta

JAKARTA, iNew.id - Pengamen ondel-ondel dilarang di Jakarta. Namun di kota-kota penyangga atau pinggiran Ibu Kota, mereka tetap marak.

Pantauan iNews.id di kota-kota seperti Depok, Tangerang, Bekasi, Bogor dan Tangerang Selatan, pengamen ondel-ondel tetap berseliweran tiap sore hingga malam. Mereka mengais rezeki dengan menyusuri jalanan besar, juga keluar masuk kampung.

Seperti dilakukan Ilham dan kawan-kawan. Dia mengamen setiap hari di kawasan Bekasi. Setidaknya 30 kilometer dia tempuh saban ngider (berkeliling).

"Biasanya dapat Rp200-300.000," kata dia kepada iNews.id, Minggu (14/6/2021) malam.

Begitu juga dengan Rehan dkk yang beraksi di Tangerang Selatan. Saban malam mereka ngider dengan alasan untuk mencari uang. "Ondel-ondel sewa ke sanggar. Ongkos sewanya Rp65.000 sekali jalan," ujarnya.

Rehan tahu Jakarta telah melarang pengamen ondel-ondel. Karena itu dia melipir ke kota-kota pinggiran DKI.

Seperti diketahui, Pemprov DKI melarang ondel-ondel digunakan mengamen. Alasannya, ondel-ondel merupakan budaya adiluhung Betawi sehingga tak layak untuk digunakan mengais rezeki di jalanan.

Tidak sekadar pepesan kosong. Larangan itu juga ditindaklanjuti dengan penertiban oleh Satpol PP. Pemprov menegaskan, pelarangan itu untuk melaksanakan Pergub 11/2017 tentang Ikon Budaya Betawi.

Penindakan atas tersebut menggunakan dasar Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Beleid itu antara lain mengatur, setiap orang atau badan dilarang meminta bantuan atau sumbangan yang dilakukan sendiri-sendiri dan atau bersama-sama di jalan, pasar, kendaraan umum, lingkungan pemukiman, rumah sakit, sekolah, dan kantor (Pasal 39 ayat 1).

Adapun Pasal 40 menyatakan, setiap orang atau badan dilarang: pada poin (a) menjadi pengemis, pengamen, pedagang asongan, dan pengelap mobil.

Jakarta boleh mulai sunyi dari pengamen ondel-ondel, tapi tidak dengan Bodetabek. Pengamen ini tetap marak. Entah bila suatu saat juga dilarang.

Editor : Zen Teguh