JAKARTA, iNews.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI rugi Rp300 miliar pada Kuartal I-2021 akibat pandemi Covid-19.
Dalam laporan keuangan KAI yang tidak diaudit (unaudited), pendapatan perseroan turun cukup signifikan.
Dalam tiga bulan pertama tahun ini, pendapatan KAI Rp3,4 triliun, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp5,3 triliun. Pendapatan angkutan sebagai sumber utama turun, baik angkutan penumpang maupun barang.
Pendaptan angkutan penumpang turun dari Rp1,9 triliun menjadi Rp440 miliar. Kelas ekonomi dengan porsi terbesar turun dari Rp1 triliun menjadi Rp275 miliar.
Untuk pendapatan angkutan, penurunan tak terlalu curam dari Rp1,74 triliun menjadi Rp1,54 triliun. Pendapatan KAI dari sektor ini masih didominasi batu bara Rp1,25 triliun.
Penurunan pendapatan itu membuat laba bruto KAI anjlok cukup dalam dari Rp1,15 triliun menjadi Rp363 miliar. Alhasil, laba usaha perseroan turun dari untung Rp514 miliar menjadi rugi Rp210 miliar.
Penurunan pendapatan dan laba usaha membuat KAI mencatat rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp315 miliar.
Editor: Zen Teguh