Infografis Rivalitas Pesepak Bola Paling Fenomenal

Ilham Sigit · Rabu, 01 Desember 2021 - 18:23:00 WIB
Infografis Rivalitas Pesepak Bola Paling Fenomenal

Infografis

JAKARTA, iNews.id - Ada 3 rivalitas pesepak bola paling fenomenal yang menarik perhatian fans olahraga si kulit bundar. Salah satunya sampai saling ejek di media sosial.

Sepak Bola tidak bisa dipisahkan dari unsur rivalitas. Permainan sepak bola yang kental dengan intensitas membuat olahraga ini sangat sarat akan unsur rivalitas yang panas dan gengsi.

Saling adu fisik hingga berujung pada cederanya suatu pemain membuat rivalitas tersebut semakin tidak bisa dihindari. Tak hanya itu, adu prestasi kedua pemain yang saling mendominasi kancah sepak bola membuat rivalitas itu terbentuk, meski kedua pemain yang bersangkutan menyangkal bahwa mereka saling menganggap satu sama lain sebagai rival.

Tidak hanya antar tim, rivalitas juga bisa terjadi di dalam tim yang sama. Apalagi jika kedua pemain yang bersangkutan memiliki atribut dan posisi yang sama. 

Berikut 3 rivalitas pesepak bola paling fenomenal:


3. Steven Gerrard dan Frank Lampard

Jersey No 8
Steven Gerrard ✔️
Frank Lampard ✔️
⚽⚽⚽⚽⚽❤️❤️⚽⚽⚽⚽ pic.twitter.com/0VBYzuzW2t

— Prince Mphahlele???? (@Prince80085304) November 24, 2021
Publik sepak bola Inggris menyebut bahwa faktor utama mengapa Tim Nasional (Timnas) Inggris minim prestasi adalah karena kentalnya rivalitas di dalam skuad tim berjuluk The Three Lions. Sebagaimana diketahui, pada era Steven Gerrard dan Frank Lampard, Timnas Inggris didominasi pemain yang berkarir di Liga Inggris.

Rivalitas yang sudah terjalin di level klub pun terbawa ke level Timnas. Mereka tidak bisa mengendalikan ego dan gengsi yang terbawa dari level klub sehingga Inggris susah bermain kolektif sebagai kesatuan tim.

Satu yang paling menjadi sorotan adalah dua gelandang, yakni Gerrard dan Lampard. Keduanya sulit menemui kecocokan apabila dimainkan di saat yang bersamaan.

Gerrard dan Lampard bertemu di level klub sebanyak 25 kali. Rivalitas yang terjalin apabila Liverpool bersua Chelsea di kompetisi level klub pun terpatri di antara keduanya sampai ke Timnas,

Hal ini diperparah dengan identiknya peran dan posisi kedua pemain tersebut. Lampard dan Gerrard sama-sama gelandang bertipe box to box.

Tak sampai di situ, Gerrard dan Lampard juga memiliki atribut yang sama. Keduanya sama-sama piawai melepaskan umpan dan pencetak gol ulung.

Maka wajar saja jika pelatih yang menangani Timnas Inggris dari zaman Sven Goran Eriksson hingga Roy Hodgson kerap kebingungan untuk memasang kedua gelandang tersebut di satu laga. Belum lagi, keduanya juga sama-sama memiliki jiwa pemimpin di atas lapangan.

2. Dejan Lovren dan Sergio Ramos

Remember when Lovren dunked on Ramos? Van Dijk would never. pic.twitter.com/ewppk2hZ27

— Tom (@ftbltomm) March 20, 2021
Kedua tim saling bertemu ketika final Liga Champions musim 2017/2018. Dejan Lovren yang kala itu membela Liverpool saling adu fisik dengan Sergio Ramos yang masih berseragam Real Madrid.

Hal itu bermula ketika pada menit ke-29. Kala itu, bintang Liverpool, Mohamed Salah tersungkur ke tanah usai berduel dengan Ramos.

Salah pun jatuh dengan bahunya menubruk tanah. Salah kemudian ditarik keluar dan digantikan dengan Adam Llalana.

Lovren yang tak terima melihat rekannya dicederai pun balas dendam ketika Tim Nasional (Timnas) Kroasia bersua Spanyol di ajang UEFA Nations League beberapa bulan kemudian.

Pada laga itu, Lovren menyiku Ramos dan mengatakan kepada media bahwa dirinya memang sengaja melakukannya. Lovren mengaku tak terima rekannya disakiti pada partai puncak Liga Champions.

Usai laga, Lovren mengunggah konten bernada ejekan kepada Ramos dan Timnasnya. Melalui media sosial pribadinya, Lovren menyebut bahwa Ramos dan rekan-rekan Timnas Spanyol-nya merupakan pecundang.

Ramos menanggapinya dengan santai. Pemain yang kini membela Paris Saint-German (PSG) itu pun membalas dengan unggahan dirinya memegang trofi Liga Champions.

1. Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi

According to WhoScored stats, since 09/10, for every 8 dribbles attempted by Ronaldo and Messi, Ronaldo completes 4 and Messi completes 5. Ronaldo has been dispossessed 846 times and Messi 1421 times. Ronaldo needs 20 passes to produce a key pass from open play. Messi needs 25. pic.twitter.com/wotDUs9tKh

— Diego (Fan) (@ronaldocomps) November 24, 2021
Siapapun pasti sepakat jika Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi adalah rivalitas terbesar sepanjang sejarah sepak bola. Keduanya pertama kali saling bertemu ketika Manchester United bersua Barcelona pada semifinal Liga Champions musim 2007/2008.

Pada musim tersebut, Lionel Messi dan Barcelona-nya tersingkir pada laga tersebut. Ronaldo menjuarai Liga Champions bersama Man United dan memenangkan Ballon dOr pertamanya.

Persaingan antar keduanya bagai direstui oleh dewa sepak bola, keduanya kembali bertemu pada final Liga Champions musim 2008/2009. Kali ini, Messi sukses balas dendam dan membawa Barcelona juara Liga Champions usai menang 2-0, pemain berjuluk La Pulga pun berhasil memenangi Ballon dOr pertamanya, dan sisanya adalah sejarah.

Kini, Messi sudah mengoleksi tujuh trofi Ballon dOr, sedangkan Ronaldo mengantongi empat buah Ballon dOr. Rivalitas pun kembali memanas kala Presiden France Football, Pascal Ferre mengatakan bahwa Ronaldo tidak akan pensiun sebelum menyalip perolehan trofi Ballon dOr milik Messi.

Ronaldo kemudian membantah pernyataan Ferre di media sosial probadinya. Pemain yang identik dengan nomor punggung tujuh itu menyatakan bahwa Ferre berbohong dan menggunakan namanya untuk kepentingan promosi.

Keduanya memang tidak pernah menganggap satu sama lain sebagai rival. Ronaldo dan Messi seringkali terlihat bercengkerama dengan hangat di luar lapangan, terutama jika keduanya sedang menghadiri malam penghargaaan Ballon dOr.

Editor : Reynaldi Hermawan

Bagikan Artikel: