JAKARTA, iNews.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pertumbuhan positif layanan angkutan retail sepanjang Januari–April 2026. Volume angkutan retail KAI mencapai 82.129 ton atau meningkat 4,86 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebesar 78.323 ton. Jika dibandingkan Januari–April 2024 yang tercatat 66.654 ton, pertumbuhannya mencapai 23,22 persen.
Khusus April 2026, KAI melayani angkutan retail sebanyak 21.844 ton, naik 22,87 persen dibanding April 2025 sebesar 17.778 ton. Peningkatan tersebut dinilai mencerminkan semakin tingginya kebutuhan pelaku usaha terhadap layanan distribusi barang yang efisien dan terukur.
Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, mengatakan kereta api kini semakin dipilih sebagai moda distribusi barang karena memiliki kapasitas besar dan waktu tempuh yang lebih pasti. “Kereta api semakin dipilih sebagai moda distribusi barang karena memiliki kapasitas besar, waktu tempuh yang lebih terukur, serta mendukung efisiensi biaya logistik,” ujarnya.
Menurut Anne, penguatan logistik berbasis rel menjadi penting karena biaya logistik Indonesia masih berada di kisaran 15 hingga lebih dari 20 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), lebih tinggi dibanding standar global sekitar 7–8 persen. Ia menilai efisiensi distribusi akan berdampak langsung pada peningkatan daya saing industri nasional di pasar domestik maupun global.
Saat ini KAI terus meningkatkan kapasitas angkutan barang melalui penguatan sarana dan integrasi layanan dengan kawasan industri, pergudangan, serta pelabuhan. KAI juga meningkatkan kapasitas gerbong dari rata-rata 50 ton menjadi 70 ton per gerbong. Dengan satu rangkaian hingga 60 gerbong, kapasitas angkut kereta barang dapat mencapai 4.200 ton dalam satu perjalanan.
Editor: Yudistiro Pranoto