JAKARTA, iNews.id - Teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin berkembang pesat di abad ke-21 ini. Hampir semua yang bersentuhan dengan manusia kini tak luput dari peran AI.
Namun, kemudian timbul sebuah pertanyaan, apa yang terjadi jika di satu masa AI sudah melewati kecerdasan kolektif manusia? AI bukan saja sudah mandiri, namun mampu menyempurnakan sistemnya sendiri dan terlepas dari intervensi manusia untuk memperbanyak unitnya.
Lalu, mereka berkonspirasi memberikan informasi yang sengaja disalahkan untuk memusnahkan atau melemahkan umat manusia. Misalnya, AI bersiasat memberikan pedoman soal lingkungan hidup yang canggih, namun sengaja dimanipulasi justru untuk menghancurkan manusia.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena, Denny Januar Ali. Dia menyebut hal itu imajinasi bukan dari film sains ilmiah. Namun, pandangan tersebut yang kini berkembang di kalangan para ahli dan CEO banyak perusahaan AI.
Denny menyebutkan, mengutip Media Scientific American, 25 Mei 2023, sebuah survei hanya di kalangan ahli AI pada 2023 menemukan, sekitar 36 persen para ahli khawatir jika pada waktunya AI dapat mengakibatkan malapetaka setingkat nuklir.
Editor: Yudistiro Pranoto