JAKARTA, iNews.id - Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kota Kupang dimanfaatkan untuk memperkuat edukasi pencegahan stunting melalui kegiatan "Festival Sehat Ceria Si Kecil" yang digelar di Aula El Tari, 23 Juli 2026. Program hasil kolaborasi K-24 Group dan PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) itu diikuti sekitar 1.000 peserta yang terdiri atas anak-anak dan orang tua. Kegiatan meliputi skrining tumbuh kembang anak serta edukasi gizi keluarga, dan dihadiri jajaran pemerintah daerah serta pemangku kepentingan.
Kepala DP3AP2KB Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), drg. Iien Adriany, mewakili Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Menurutnya, NTT termasuk provinsi dengan prevalensi stunting yang masih tinggi sehingga penanganannya tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. "Diperlukan kerja sama lintas sektor yang melibatkan dunia usaha, akademisi, dan masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, rendahnya pemahaman orang tua mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta keterbatasan akses terhadap intervensi gizi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingginya angka stunting. Karena itu, edukasi mengenai pemenuhan gizi dan pendampingan bagi keluarga dinilai penting untuk membantu mencegah maupun mengatasi masalah kekurangan gizi pada anak. Menurut Iien, kegiatan edukatif seperti Festival Sehat Ceria Si Kecil diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan kesehatan di daerah.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, sekitar 19,8 persen atau satu dari lima anak di Indonesia masih mengalami stunting. Sementara itu, NTT tercatat memiliki prevalensi stunting sebesar 37 persen dengan lebih dari 214 ribu anak terdampak, sehingga menjadi salah satu daerah dengan angka stunting tertinggi di Indonesia.
Sales Director Sarihusada, Rizki Imam Ardhi, mengatakan kolaborasi multipihak menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan edukasi dan layanan nutrisi kepada masyarakat. "Kami percaya kolaborasi menjadi kunci dalam membantu orang tua memantau pertumbuhan anak, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, dan memberikan nutrisi yang tepat sebagai upaya mencegah stunting," katanya.
Editor: Yudistiro Pranoto