JAKARTA, iNews.id - PT Kliring Berjangka Indonesia (“PT KBI”), anggota Holding BUMN Danareksa, terus memperkuat perannya dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan pemanfaatan Sistem Resi Gudang (“SRG”). Menyambut musim panen 2026, PT KBI menargetkan sosialisasi Sistem Registrasi Resi Gudang, Is-Ware Next Gen, kepada lebih dari 160 institusi dan organisasi sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan amanah menjadi pionir Pusat Registrasi Resi Gudang (“PusReg RG”).
Upaya ini juga selaras dengan program tahunan perusahaan, Ramadan Bergerak, yang pada tahun ini mengusung tema“Menjaga Amanah, Mengalirkan Keberkahan.” Melalui tema tersebut, PT KBI menegaskan bahwa menjaga amanah tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan sosial selama bulan Ramadan, tetapi juga melalui peningkatan kualitas layanan diantaranya dengan penguatan sistem yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha sektor komoditas dan pangan.
Sebagai lembaga Pusat Registrasi Resi Gudang, PT KBI secara berkelanjutan melakukan sosialisasi IsWare Next Gen guna memastikan proses registrasi resi gudang berjalan secara transparan, aman, dan akuntabel. Sosialisasi ini menjadi semakin relevan menjelang musim panen, dimana ketersediaan fasilitas penyimpanan dan pencatatan komoditas yang tertib dapat membantu petani mengelola hasil panen secara lebih optimal.
Periode Maret hingga April 2026 diperkirakan menjadi puncak musim panen padi di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi gabah diperkirakan mencapai 17,65 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara sekitar 10,16 juta ton beras. Tren produksi yang positif ini didorong oleh peningkatan luas tanam, dengan panen yang terkonsentrasi di wilayah Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan.
Dalam kondisi musim panen yang umumnya diikuti oleh kecenderungan penurunan harga gabah, keberadaan SRG menjadi salah satu alternatif solusi bagi petani untuk menunda penjualan hingga harga lebih stabil. Melalui sistem yang dikelola PT KBI, komoditas yang disimpan di gudang dapat tercatat secara resmi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai instrumen pembiayaan sekaligus membantu menjaga stabilitas pasokan komoditas pangan.
Editor: Yudistiro Pranoto