JAKARTA, iNews.id - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menggelar program Pasar 1001 Malam di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada 11–13 Maret 2026. Kegiatan ini mengusung pendekatan kemanusiaan dan solidaritas sosial, sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program tersebut merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan Festival Jejak Jajanan Nusantara di Jakarta yang dijadikan model Pasar 1001 Malam. Pemilihan Aceh sebagai lokasi kegiatan dimaksudkan untuk menegaskan pentingnya kepedulian sosial, terutama bagi masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, mengatakan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat aksi kemanusiaan. “Pasar 1001 Malam bukan sekadar pusat transaksi ekonomi, melainkan wadah aksi kemanusiaan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Selain mendukung aktivitas ekonomi, kegiatan ini juga bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan ruang yang sebelumnya kurang produktif milik pemerintah maupun BUMN menjadi kawasan kreatif yang dapat digunakan oleh pelaku UMKM dengan biaya terjangkau.
Di Aceh, program tersebut dikemas dengan nuansa Ramadan melalui berbagai kegiatan, antara lain bazar kuliner dan kerajinan, serta panggung Talenta Da’i Cilik yang memberi ruang bagi anak-anak untuk menampilkan kemampuan mereka. Selain itu, tersedia layanan klinik kesehatan gratis yang menyediakan pemeriksaan medis dasar bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga menghadirkan Klinik UMKM Bangkit yang bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memberikan pendampingan legalitas usaha bagi pelaku UMKM. Menurut Leontinus, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Dalam rangkaian program Pasar 1001 Malam, pemerintah juga menyalurkan bantuan bagi penyintas bencana banjir, termasuk pangan olahan siap saji, serta menyerahkan 103 unit hunian sementara hasil kolaborasi dengan Rumah Zakat. Selain itu, bantuan 1.000 kitab kuning juga disalurkan untuk pesantren di Aceh Utara dan Aceh Tamiang.
Editor: Yudistiro Pranoto