JAKARTA - Pasar wisata outbound Indonesia menunjukkan karakter berbeda di setiap kota. Jakarta menjadi pasar matang dengan jaringan buyer yang semakin luas. Sementara itu, Makassar menawarkan daya beli yang dinilai cukup kuat dan potensial. Gambaran tersebut tampakl dalam TTC Travel Mart 2026. Bursa pariwisata internasional itu berlangsung di Jakarta dan Makassar.
Di Jakarta, TTC Travel Mart digelar Senin (5/10/2026). Kegiatan berlangsung di Redtop Hotel & Convention Center dengan 103 table. Tercatat 112 unique seller dan 722 buyer mengikuti pertemuan bisnis tersebut. Buyer datang bukan hanya dari Jakarta, tetapi juga Semarang, Cirebon, dan Bandung. “Buyer yang datang memang lebih jamak,” kata Project Manager TTC Travel Mart International, Kidung Pascalis.
Dari sisi seller, Asia masih menjadi kawasan yang paling banyak terwakili. Jepang dan China masing-masing mengirimkan 10 biro perjalanan. Vietnam dan Uzbekistan kemudian turut memperkuat pasar Asia. Seller Eropa tetap stabil melalui Turkiye, Mesir, Maroko, dan pasar tradisional lainnya. Menariknya, sejumlah biro dari China menawarkan destinasi wisata di Rusia, Maroko, hingga Jepang.
Menurut Kidung, fenomena tersebut menjadi salah satu hal menarik pada penyelenggaraan ke-44. Beberapa perusahaan China bahkan membawa produk destinasi di luar negaranya. Seller dari Guangzhou masih menjadi bagian dari pasar lama TTC. Namun, biro perjalanan dari Harbin kini mulai ikut berpartisipasi. Kota tersebut berada di Heilongjiang, China, dekat perbatasan Rusia.
Berbeda dengan Jakarta, Makassar menghadapi tantangan biaya partisipasi yang lebih tinggi. TTC Travel Mart di kota tersebut akan berlangsung pada Rabu (7/10/2026). Sebanyak 51 seller dan 120 buyer tercatat mengikuti agenda tersebut. Jumlah seller menurun dibanding dua tahun sebelumnya yang mencapai 120. “Tingginya biaya penerbangan menjadi salah satu pertimbangannya,” ujar Kidung.
Meski begitu, Makassar menyimpan potensi yang tidak bisa diabaikan. Daya beli wisatawannya dinilai mampu bersaing dengan Medan dan Surabaya. Bahkan, jumlah buyer Makassar pernah meningkat dua kali lipat saat acara berlangsung. Kondisi itu berbeda dengan Jakarta, Surabaya, dan Medan yang cenderung mengalami penyusutan. Karena itu, Makassar membutuhkan edukasi destinasi sekaligus penguatan jaringan bisnis outbound.
Dalam pemetaan TTC Travel Mart, Jakarta dan Surabaya memiliki pasar paling matang. Medan kemudian disusul Semarang dan Yogyakarta dalam tingkat kematangan pasar. Sementara itu, Makassar masih membutuhkan proses pengembangan agen outbound. Seller juga berperan mengenalkan destinasi baru kepada buyer setempat. Dengan begitu, potensi daya beli Makassar dapat berkembang menjadi transaksi perjalanan internasional. *
Editor: Army Dian Kurniawan